DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Keanekaragaman Gulma Pada Budidaya Edamame (Glycine max (L.) Merill) Berbasis Organik | |
| PENGARANG | : | MISPA YANI BR TARIGAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-22 |
Budidaya pertanian organik merupakan sistem budidaya yang menghindari penggunaan input kimia sintetis dalam kegiatan budidaya tanaman. Salah satu kendala yang dihadapi pada budidaya edamame berbasis organik adalah keberadaan gulma yang dapat bersaing dengan tanaman utama dalam memperoleh unsur hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, informasi mengenai komposisi dan tingkat keanekaragaman gulma diperlukan sebagai dasar dalam menentukan strategi pengelolaan gulma yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gulma dan tingkat keanekaragaman gulma pada budidaya edamame berbasis organik.
Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2025 di kawasan pertanian Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei lapangan. Pengamatan dilakukan pada enam petak pengamatan berukuran 2 m × 2 m dengan interval waktu pengamatan pada umur 7 HST, 14 HST, 21 HST, 28 HST, dan 35 HST. Data yang dikumpulkan meliputi jenis gulma dan jumlah individu setiap spesies. Selanjutnya dilakukan identifikasi gulma hingga tingkat spesies dan analisis vegetasi menggunakan parameter kerapatan, frekuensi, Indeks Nilai Penting (INP), Summed Dominance Ratio (SDR), dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’).
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 23 spesies gulma yang tergolong dalam 13 famili dengan total populasi mencapai 16.963 individu. Gulma yang memiliki nilai Summed Dominace Ratio SDR tertimggi adalah Eleusine indica sebesar 21,14%. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yaitu 1,15 hingga 2,34, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sedang selama periode pengamatan. Secara umum, populasi gulma mengalami peningkatan hingga umur 28 HST dan menurun pada 35 HST. Artinya terdapat cukup banyak spesies gulma yang mampu tumbuh pada lahan budidaya organik, tetapi penyebaran individunya belum merata karena masih ada spesies tertentu yang lebih mampu beradaptasi dan mendominasi komunitas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa budidaya edamame berbasis organik menyediakan lingkungan yang mendukung terbentuknya komunitas gulma yang beragam, meskipun komunitas tersebut masih didominasi oleh spesies tertentu terutama eleusine indica.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI