DIGITAL LIBRARY



JUDUL:VIABILITAS BAKTERI SELULOLITIK PADA RIZOSFER PADI SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION DENGAN APLIKASI MICRO ENRICHMENT MEDIA DAN KOMPOS AYAM DIPERKAYA
PENGARANG:SISKA FRANSISKA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-23


Bakteri selulolitik merupakan mikroorganisme yang berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik melalui produksi enzim selulase yang menguraikan selulosa menjadi senyawa yang lebih sederhana. Aktivitas bakteri tersebut berkontribusi terhadap siklus karbon, ketersediaan unsur hara, serta perbaikan kualitas biologis tanah. Pada budidaya padi System of Rice Intensification (SRI), kondisi rizosfer yang kaya eksudat akar dan aplikasi bahan organik serta pengelolaan air secara berselang berpotensi mendukung perkembangan mikroorganisme tanah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan viabilitas bakteri selulolitik pada rizosfer padi System of Rice Intensification (SRI) setelah aplikasi Micro Enrichment Media (MEM) dan Kompos Ayam Diperkaya (CMCe), serta kaitannya dengan indeks selulolitik, pH tanah, dan kadar C-organik.

Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, dengan analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Kimia, Fisika, dan Biologi Tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola kombinasi perlakuan dari aplikasi MEM (tanpa MEM dan dengan MEM) dan aplikasi dosis CMCe (0,5; 1; dan 2 t ha?¹). Kedua faktor menghasilkan 6 kombinasi yang masing-masing diulang 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi populasi bakteri selulolitik menggunakan metode Total Plate Count (TPC), indeks selulolitik, pH tanah, dan kadar C-organik. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi MEM dan CMCe menghasilkan variasi pada populasi bakteri selulolitik, indeks selulolitik, pH tanah, dan kadar C-organik. Kombinasi MEM dan CMCe dosis 1 t ha?¹ menunjukkan hasil terbaik dengan populasi bakteri selulolitik sebesar 8,30 ± 0,42 × 10? CFU/g?¹ tanah, indeks selulolitik sebesar 10,49 ± 0,34, pH tanah 7,20 ± 0,09, dan kadar C-organik 2,68 ± 0,80%. Sebaliknya, kombinasi tanpa MEM dan CMCe dosis 0,5 t ha?¹ menghasilkan populasi bakteri, indeks selulolitik, dan kadar C-organik terendah. Secara umum, kombinasi MEM dan CMCe dosis 1 t ha?¹ memberikan kecenderungan paling baik dalam mendukung viabilitas bakteri selulolitik, meningkatkan kemampuan dekomposisi selulosa, serta memperbaiki kondisi biologis dan kimia tanah pada rizosfer padi sistem SRI

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI