DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Dalam Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni di Kelurahan Kelayan Tengah Kota Banjarmasin Tahun 2025 | |
| PENGARANG | : | FITRI HANDAYANIE | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-23 |
ABSTRAK
Fitri Handayanie, 2210413220059. “Implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Dalam Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni di Kelurahan Kelayan Tengah Kota Banjarmasin Tahun 2025”. Dibimbing oleh Gazali Rahman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dalam peningkatkan kualitas rumah tidak layak huni di Kelurahan Kelayan Tengah, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Permasalahan rumah tidak layak huni masih menjadi isu publik yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga diperlukan kajian terhadap pelaksanaan program yang masih menghadapi kendala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pihak terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program BSPS di Kelurahan Kelayan Tengah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas rumah masyarakat menjadi layak huni. Namun pelaksanaannya belum berjalan secara optimal. Berdasarkan teori George C. Edward III, implementasi Program BSPS dipengaruhi oleh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi yang secara umum telah berjalan dengan cukup baik. Faktor pendukung implementasi meliputi koordinasi antar pelaksana, komitmen pelaksana, pendampingan fasilitator, dan partisipasi masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan dana bantuan yang bersifat stimulan, kendala administrasi, keterbatasan kuota penerima bantuan, serta kondisi akses distribusi material di kawasan permukiman padat.
Berdasarkan hal tersebut, maka disarankan kepada pemerintah daerah, pihak kelurahan, pelaksana program, dan masyarakat untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat sumber daya, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat agar pelaksanaan Program BSPS dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Rumah Tidak Layak Huni, Kualitas Hunian
ABSTRACT
Fitri Handayanie, 2210413220059. “Implementation of the Self-Help Housing Stimulant Assistance Program in Improving the Quality of Uninhabitable Houses in Kelayan Tengah Sbdistrict, Banjarmasin City In 2025”. Supervised by Gazali Rahman.
The study aims to analyze the Implementation of the Self-Help Housing Stimulant Assistance Program (BSPS) in improving the quality of uninhabitable houses in Kelayan Tengah Sbdistrict, Banjarmasin City. The issue of uninhabitable housing remains a public concern related to the welfare of low-income communities, thus requiring an in-depth study of the program implementation, which still faces various challenges. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation involving relevant stakeholders. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, using the policy implementation model of George C. Edwards III, which includes communication, resouces, dispotion, and bureaucratic structure.
The results of the study show that the implementation of the BSPS program in Kelayan Tengah Urban Village has had a positive impact on improving the quality of community housing into livable conditions. However, its implementation has not yet been fully optimal. Based on George C. Edward III’s theory, the implementation of the BSPS program is influenced by communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, which have generally been carried out quite well. The supporting factors include coordination among implementers, commitment of implementers, facilitator assistance, and community participation. Meanwhile, the inhibiting factors include limited stimulant funding, administrative constraints, limited beneficiary quotas, and difficulties in material distribution in densely populated settlement areas.
Based on these findings, I is recommended that the local government, subdistrict authorities, program implementers, and the community enhane coordination, strengthen resources, and encourage active participation so that he implementation of the BSPS program can be more effective, well-targeted, and sustainable in improving the quality of uninhabitable housing.
Keywords: Policy Implementation, Self-Help Housing Stimulant Assistance, uninhabitable Housing, Housing Qulity
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI