DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KARAKTERISTIK TANAH DI KEBUN KELAPA SAWIT DARI BUKAAN HUTAN ALAMI DAN PASCA TAMBANG EMAS DAS GAYAM | |
| PENGARANG | : | NOVAL BAYU KURNIAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-23 |
NOVAL BAYU KURNIAWAN. Karakteristik Tanah di Kebun Kelapa Sawit dari Bukaan Hutan Alami dan Pasca Tambang Emas DAS Gayam, dibimbing oleh Zuraida Titin Mariana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik tanah penduga erosi (C-organik, struktur tanah, tekstur, bulk density, dan permeabilitas tanah) dan kemasaman tanah (pH) di wilayah kebun kelapa sawit yang sebelumnya tidak pernah digunakan untuk tambang (bukaan hutan alami) dan lahan kebun kelapa sawit yang sebelumnya pernah dibuka untuk tambang emas pada tahun 2011-2015 di Desa Sungai Riam, Kecamatan Pelaihari DAS Gayam. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel tanah permukaan pada kedalaman 0-30 cm serta pengambilan sampel air secara purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di DAS Gayam, Desa Sungai Riam, Kecamatan Pelaihari, Provinsi Kalimantan Selatan. Pelaksanaan analisis sifat fisika dan kimia tanah dilakukan di Laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat.
Kualitas air permukaan pada lahan kebun kelapa sawit yang sebelumnya tidak pernah digunakan untuk tambang (bukaan hutan alami) dan lahan kebun kelapa sawit yang sebelumnya pernah dibuka untuk tambang emas pada tahun 2011-2015 dikategorikan aman dari cemaran merkuri (Hg) terlarut karena berada di bawah batas kuantifikasi laboratorium (0,0005 mg/L), dengan pH air dilingkungan tanaman pada masing-masing lahan sebesar 4,37 dan 5,63. Nilai pH tanah pada kedua penggunaan lahan tidak berbeda nyata secara statistik dan berada pada kriteria masam. Kandungan C-organik tanah pada lahan kebun kelapa sawit bukaan hutan alami lebih tinggi (1,92%) dibandingkan lahan pasca tambang emas (0,50%). Sifat fisik tanah menunjukkan perbedaan yang nyata, di mana lahan bukaan hutan alami memiliki nilai bulk density dan permeabilitas yang lebih rendah serta fraksi tanah yang didominasi oleh kelas tekstur lempung liat berpasir dan liat berpasir. Sebaliknya, lahan pasca tambang emas memiliki bulk density dan permeabilitas yang lebih tinggi serta didominasi oleh fraksi pasir dengan rata-rata 78,10%. Kombinasi antara C-organik yang sangat rendah, dominasi fraksi pasir tunggal, dan struktur granuler yang tidak mantap membentuk karakteristik tanah dilahan kebun kelapa sawit yang sebelumnya pernah dibuka untuk tambang emas pada tahun 2011-2015 dengan tingkat kepekaan erosi yang sangat rawan. Rekomendasi konservasi tanah yang intensif pada area pasca tambang emas ini adalah dengan memberikan aplikasi pembenah tanah berupa kompos untuk meningkatkan C-organik serta pengayaan vegetasi penutup tanah guna mengikat partikel lepas dan menekan risiko erosi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI