DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH SULFAT MASAM DENGAN SISTEM PENGELOLAAN SURJAN | |
| PENGARANG | : | NATHANAEL FERNANDO ANUGRAHNU | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-23 |
NATHANAEL FERNANDO ANUGRAHNU.Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Sulfat Masam Dengan Sistem Pengelolaan Surjan, dibimbing oleh Zuraida Titin Mariana.
Tanah sulfat masam adalah jenis tanah yang mengandung mineral pirit (FeS?) dalam jumlah yang cukup tinggi dan dapat menghasilkan kondisi sangat masam apabila pirit mengalami oksidasi pada lingkungan aerob. Masalah utama pada lahan sulfat masam terletak pada karakteristik kimianya. Di Kalimantan Selatan, pengelolaan lahan sulfat masam dilakukan melalui penerapan sistem surjan. Sistem ini merupakan bentuk rekayasa lahan pasang surut yang mengombinasikan pola sawah dan tegalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan sifat fisik dan sifat kimia tanah pada lahan dengan sistem surjan dan lahan tanpa sistem surjan di kecamatan Gambut, kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan metode survei lapangan yang dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Titik sampel ditentukan secara purposive sampling berdasarkan dua kondisi lahan, yaitu lahan dengan sistem surjan dan lahan tanpa surjan. Jumlah titik pengamatan sebanyak 20 titik, terdiri atas 10 titik pada lahan surjan dan 10 titik pada lahan tanpa surjan. Sampel diambil pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm. Sampel tanah tidak terusik diambil menggunakan ring sampel untuk analisis sifat fisik (porositas dan kadar air kapasitas lapang) dan sifat kimia meliputi pH (H2O), C-organik metode Walkley and Black dan konsentrasi pirit dengan oksidasi H2O2. Pengaruh perbedaan lahan dengan sistem surjan dan tanpa surjan terhadap parameter yang sudah ditentukan dianalisis secara statistik menggunakan uji F dan uji-t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan sistem surjan memberikan perubahan pada sifat fisik dan kimia tanah sulfat masam. Nilai porositas pada sistem surjan lebih tinggi di bandingkan tanpa sistem surjan pada masing-masing kedalaman 0-20 cm (74,1% pada surjan dan 50,30% pada tanpa surjan) dan 20-40 cm (69,39% pada surjan dan 52,46% pada tanpa surjan). Jika dibandingkan antar kedalaman pada masing-masing surjan dan tanpa surjan tidak menunjukkan perbedaan.
Nilai kadar air kapasitas lapang pada sistem tanpa surjan lebih tinggi di bandingkan sistem surjan, pada kedalaman 0-20 cm (18,92% pada surjan dan 42,34% pada tanpa surjan) dan 20-40 cm (24,61% pada surjan dan 45,97% pada tanpa surjan). Jika dibandingkan antar kedalaman pada masing-masing surjan menunjukkan perbedaan nyata, namun pada tanpa surjan tidak menunjukkan perbedaan nyata. Nilai pH tanah pada sistem surjan dan tanpa surjan tidak berbeda nyata, pada kedalaman 0-20 cm (3,62 pada surjan dan 3,41 pada tanpa surjan), namun terdapat perbedaan nyata pada kedalaman 20-40 cm (3,77 pada surjan dan 3,31 pada tanpa surjan). Jika dibandingkan antar kedalaman pada masing-masing surjan dan tanpa surjan tidak menunjukkan perbedaan nyata.
Nilai C-organik tanah pada sistem surjan dan tanpa surjan tidak berbeda nyata, pada kedalaman 0-20 cm (9,34% pada surjan dan 14,03% pada tanpa surjan), pada kedalaman 20-40 cm (12,62% pada surjan dan 11,67% pada tanpa surjan). Jika dibandingkan antar masing-masing kedalaman pada surjan menunjukkan perbedaan nyata. Nilai kandungan pirit pada sistem surjan dan tanpa surjan berbeda nyata, pada kedalaman 0-20 cm 0,05% pada surjan dan 0,02% pada tanpa surjan), pada kedalaman 20-40 cm (0,05% pada surjan dan 0,02% pada tanpa surjan). Jika dibandingkan antar masing-masing kedalaman pada surjan dan tanpa surjan tidak menunjukkan perbedaan nyata.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI