DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KAJIAN PEMANFAATAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) UNTUK MENGURANGI WASTE MATERIAL PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG | |
| PENGARANG | : | ERNI ANISA ANGGRAINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-23 |
ABSTRAK
KAJIAN PEMANFAATAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) UNTUK MENGURANGI WASTE MATERIAL PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG
ERNI ANISA ANGGRAINI
2220828320064
Dr. Eng. Ir. Irfan Prasetia, S.T., M.T.
Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Building Information Modeling untuk mengurangi waste material tulangan pada pekerjaan beton bertulang Proyek Perencanaan Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Katingan. Kuantitas tulangan dihitung menggunakan Autodesk Revit melalui fitur Quantity Take-Off, dibandingkan terhadap hasil perhitungan konvensional berbasis Bar Bending Schedule, kemudian dioptimasi pemotongannya menggunakan Cutting Optimization Pro. Analisis kuantitas ditempuh melalui pendekatan selisih pada tingkat diameter dan elemen struktur. Analisis ini tidak dimaksudkan sebagai pengujian akurasi terhadap kondisi aktual di lapangan karena data pembanding tersebut tidak tersedia.
Hasil penelitian menunjukkan total kuantitas tulangan berbasis BIM sebesar 80.453,47 kilogram untuk dua puluh kelompok elemen struktur. Lima elemen dengan bobot tertinggi, yaitu pelat lantai, balok 20/45, kolom 60x60, balok 30/60, dan Pondasi F1, menyumbang 67,4 persen dari total kebutuhan tulangan. Perbandingan terhadap metode konvensional mencatat deviasi total sebesar -1,18 persen, setara -957,51 kg dari 81.410,98 kg kuantitas konvensional. Lima dari enam diameter tulangan menunjukkan kuantitas BIM yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional, sedangkan diameter 13 milimeter merupakan satu-satunya diameter dengan deviasi positif sebesar 2,07 persen. Selisih kuantitas pada tingkat elemen struktur terpusat pada kolom 60x60 dan Pondasi F1, yang bersama-sama menyumbang 98,2 persen dari total selisih proyek, sedangkan sembilan belas elemen struktur lainnya saling mengimbangi.
Optimasi pemotongan menghasilkan efisiensi pemakaian tulangan sebesar 95,218 persen dengan waste material sebesar 4,782 persen, setara 10.005,629 meter dari total panjang batang stok yang disediakan. Seluruh sisa potongan berstatus disposed tanpa satu diameter pun yang menghasilkan sisa yang dapat dipakai ulang. Diameter 10 milimeter tercatat sebagai penyumbang waste absolut terbesar, yaitu 63,195 persen dari total waste proyek, diikuti diameter 16 milimeter dan 13 milimeter yang bersama diameter 10 milimeter menyumbang 95,137 persen dari total waste.
Penelitian ini merumuskan rekomendasi praktis pengendalian waste material tulangan berdasarkan sintesis temuan kuantitas, selisih antarmetode, dan besaran waste tersebut. Rekomendasi mencakup verifikasi parameter teknis pada elemen berpenampang besar, evaluasi kebijakan panjang batang stok, dan pertimbangan integrasi Building Information Modeling dengan perangkat optimasi pemotongan pada tahap perencanaan proyek dengan karakteristik serupa. Integrasi kedua alat tersebut menghasilkan alur kerja perhitungan kuantitas dan pengendalian waste yang lebih sistematis dibandingkan pendekatan konvensional yang terpisah. Temuan ini bersumber dari satu objek penelitian, sehingga penerapannya pada proyek lain memerlukan penyesuaian terhadap karakteristik masing-masing proyek.
Kata kunci: Building Information Modeling, waste material, optimasi pemotongan, kuantitas tulangan, Quantity Take-Off
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI