DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) DAN NIKEL (Ni) PADA LUMUT Barbula javanica DAN Hyophila apiculata DI BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | SITI MAHMUDAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-24 |
Banjarbaru merupakan kawasan perkotaan yang memiliki aktivitas kendaraan bermotor yang cukup padat. Kegiatan ini menghasilkan emisi gas buang dan Non-Exhaust Emissions (NEEs) termasuk logam berat seperti Kromium (Cr) dan Nikel (Ni). Masuknya kedua unsur ini ke dalam lingkungan dapat berdampak buruk dan memicu gangguan kesehatan, maka diperlukan upaya untuk memantau kualitas udara dengan memanfaatkan agen biologis seperti lumut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kandungan logam berat Kromium (Cr) dan Nikel (Ni) yang ada pada lumut yang tumbuh di tiga lokasi di Banjarbaru. Pengambilan sampel lumut menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan di tiga lokasi berbeda yaitu Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, dan Jalan Trikora. Pengukuran kandungan logam kromium dan nikel dilakukan menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kromium dan nikel tertinggi terdapat pada H. Apiculata yang tumbuh di Tahura Sultan Adam dengan kadar masing-masing sebesar 707,90 mg/kg dan 3493,75 mg/kg. Kondisi ini disebabkan oleh adanya faktor geologis, proses akumulasi jarak jauh dan tutupan vegetasi yang ada di kawasan tersebut. Pengamatan morfologi menunjukkan bahwa kedua lumut toleran terhadap kromium dan nikel. Pengamatan warna dan kerapatan koloni pada lumut B. javanica dan H. apiculata menunjukkan terjadinya perubahan warna menjadi kekuningan (klorosis) dan kecokelatan (nekrosis) dengan koloni kurang rapat pada lumut yang ada di Jalan Trikora.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI