DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Tingkat Pemberian Hidrolisat Bungkil Inti Sawit Dalam Ransum Terhadap Kualitas Telur Ayam Petelur
PENGARANG:TIARA ANANDA SAVITRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-24


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pemberian hidrolisat bungkil inti sawit (BIS) dalam ransum terhadap kualitas fisik telur ayam petelur (tebal kerabang, Haugh Unit, dan warna yolk), serta menentukan tingkat penggunaan yang optimal dalam ransum. Penelitian dilaksanakan di kandang CV. Sungai Sipai, Martapura, Kabupaten Banjar, dan pengujian kualitas telur dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat dari bulan Maret hingga Mei 2026. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan tingkat pemberian hidrolisat BIS, yaitu 0% (P0), 10% (P1), 15% (P2), 20% (P3), dan 25% (P4), masing-masing dengan 4 ulangan menggunakan ayam petelur Hy-Line Brown umur 46 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hidrolisat BIS tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tebal kerabang telur (berkisar antara 0,39–0,43 mm) dan Haugh Unit (berkisar antara 72,47–89,66), namun memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap warna yolk. Nilai warna yolk tertinggi diperoleh pada perlakuan P0, P1, dan P2 (13,5) dan mengalami penurunan nyata pada P3 dan P4 (12,5) akibat berkurangnya proporsi jagung sebagai sumber karotenoid utama. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hidrolisat bungkil inti sawit dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif sumber protein hingga level 15% tanpa menurunkan kualitas fisik telur secara keseluruhan. Penggunaan di atas 15% perlu memperhatikan penambahan sumber pigmen alami untuk mempertahankan performa warna kuning telur.    

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI