DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | VARIASI SUHU RENDAH TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP PADA MYSIS UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) | |
| PENGARANG | : | RUSMA WATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-24 |
Stadia mysis merupakan fase kritis dalam siklus hidup udang galah (Macrobrachium rosenbergii) yang sangat rentan terhadap fluktuasi lingkungan, terutama suhu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu rendah terhadap tingkat kelangsungan hidup mysis udang galah. Metode eksperimental digunakan dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan suhu rendah, yaitu 20°C (A), 21°C (B), dan 22°C (C), dengan tiga kali ulangan menggunakan total 450 mysis. Data dikumpulkan melalui observasi selama 12 hari masa pemeliharaan, mencakup kelangsungan hidup dan parameter kualitas air. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi suhu rendah berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup mysis (P < 0,05). Perlakuan C (22°C) menghasilkan rerata kelangsungan hidup tertinggi sebesar 24 pm 2, sedangkan Perlakuan B (21°C) menghasilkan rerata terendah sebesar 18 pm 2. Hasil uji lanjut BNT menunjukkan bahwa suhu 22°C memberikan tingkat ketahanan yang lebih baik dibandingkan suhu 21°C. Simpulan penelitian ini adalah mysis udang galah memiliki batas toleransi spesifik terhadap suhu rendah, di mana suhu 22°C merupakan titik optimal dalam rentang stres termal yang diujikan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya manajemen termal yang presisi dalam pembenihan udang galah untuk meminimalisir mortalitas akibat kejutan suhu.
KATA KUNCI: Kelangsungan Hidup, Mysis, Suhu Rendah, Udang Galah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI