DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Tingkat Adopsi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) oleh Petani Padi pada Lahan Rawa Pasang Surut di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar
PENGARANG:FATHUL JANNAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-26


Penggunaan alsintan merupakan upaya penting untuk meningkatkan efisiensi usahatani padi, namun keberhasilan penggunaannya sangat ditentukan oleh penerimaan petani dan karakteristik lahannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi alsintan oleh petani padi serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam penggunaan alsintan pada lahan rawa pasang surut di Desa Abumbun Jaya. Penelitian dilaksanakan di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dan dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Juni 2026.

Penentuan responden dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama menggunakan purposive sampling, yaitu pemilihan kelompok tani secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu. Dari 14 kelompok tani yang ada, dipilih 5 kelompok tani yang memenuhi kriteria dan tahap kedua menggunakan simple random sampling untuk menentukan responden, dimana setiap anggota kelompok tani memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Dari masing-masing kelompok tani diambil 7 orang petani secara acak, sehingga jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang.

Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner serta studi literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan perhitungan skor dan Tingkat Adopsi Teknologi (TAT) yang diklasifikasikan ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Untuk tujuan kedua digunakan analisis deskriptif yaitu dengan menggunakan pertanyaan terbuka yang diberikan kepada responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi alsintan oleh petani padi di Desa Abumbun Jaya tergolong tinggi, dimana sebanyak 63% responden berada pada kategori tinggi dan 37% pada kategori sedang. Berdasarkan analisis atribut inovasi, sebagian besar indikator berada pada kategori tinggi, yaitu keuntungan relatif sebesar 81,71%, kesesuaian sebesar 75,43%, kemudahan untuk dicoba sebesar 77,14%, dan kemudahan untuk diamati sebesar 77,90%, sedangkan kerumitan berada pada kategori sedang yaitu sebesar 66,86%.

Pada tahap-tahap adopsi, sebagian besar petani berada pada kategori tinggi yaitu pada tahap kesadaran sebesar 73,33%, ketertarikan sebesar 74,86%, penilaian sebesar 76,19%, dan percobaan sebesar 75,24%, sedangkan pada tahap penerapan berada pada kategori sedang yaitu sebesar 66,10%. Hal ini menunjukkan bahwa proses adopsi telah berjalan dengan baik, namun penerapan teknologi belum sepenuhnya optimal dalam kegiatan usahatani.

Permasalahan yang dihadapi petani dalam penggunaan alsintan meliputi kondisi lahan yang kurang mendukung, keterbatasan jumlah alat, kerusakan dan perawatan mesin, kondisi lingkungan yang dipengaruhi oleh pasang surut air, biaya operasional, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengoperasian alat.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI