DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KOMPARATIF BIAYA OPERASI DAN KELAYAKAN INVESTASI ANGKUTAN SUNGAI, JALAN HAULING DAN PEMBANGUNAN JEMBATAN K.H HASAN BASRI PADA SISTEM ANGKUTAN BATUBARA DI DAS BARITO | |
| PENGARANG | : | NOVI DAMAR KRISTANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-27 |
ANALISIS KOMPARATIF BIAYA OPERASI DAN KELAYAKAN INVESTASI ANGKUTAN SUNGAI, JALAN HAULING DAN PEMBANGUNAN JEMBATAN K.H HASAN BASRI PADA SISTEM ANGKUTAN BATUBARA DI DAS BARITO
Ir. Novi Damar Kristanto, S.Tr.Pel
2420828310009
Dr.-Ing. Puguh Budi Prakoso, S.T., M.Sc
Distribusi batubara di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito menghadapi kendala operasional akibat keterbatasan kedalaman alur sungai, pengaruh pasang surut, dan keterbatasan ruang bebas Jembatan K.H. Hasan Basri. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan waktu tunggu dan biaya logistik sehingga diperlukan evaluasi terhadap alternatif sistem transportasi yang lebih efisien. Penelitian ini menggunakan konsep ekonomi transportasi, Biaya Operasi Kendaraan/Kapal (BOK), investasi infrastruktur, Break-Even Point (BEP), dan Benefit-Cost Ratio (BCR) sebagai dasar dalam menentukan alternatif yang paling optimal.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif-evaluatif. Analisis dilakukan terhadap empat skema transportasi, yaitu angkutan sungai eksisting, pembangunan jalan hauling internal, pembangunan jalan hauling yang disewakan, dan pembangunan jembatan baru K.H. Hasan Basri. Data yang digunakan meliputi data operasional kapal, kondisi sungai, volume angkutan, biaya operasional, kebutuhan investasi, serta data pendukung lainnya. Evaluasi kelayakan dilakukan melalui perhitungan BOK, CAPEX, penghematan biaya, BEP, waktu impas, NPV, IRR, Discounted Payback Period, dan BCR dengan tingkat diskonto 13%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem angkutan sungai eksisting memiliki BOK sebesar Rp1.411.310,32/ton. Jalan hauling internal menghasilkan BCR sebesar 1,01, sedangkan jalan hauling disewakan menghasilkan BCR sebesar 1,46. Pembangunan jembatan baru K.H. Hasan Basri memberikan hasil terbaik dengan BOK terendah sebesar Rp1.230.263,01/ton, investasi Rp214.460.000.000, manfaat tahunan Rp226.969.255.320, dan BCR sebesar 5,74. Berdasarkan seluruh indikator kelayakan, pembangunan jembatan baru K.H. Hasan Basri merupakan alternatif paling efisien dan paling layak untuk mendukung sistem transportasi batubara jangka panjang di DAS Barito.
Kata kunci: biaya operasi kendaraan, angkutan batubara, DAS Barito, jalan hauling, pembangunan jembatan baru, benefit-cost ratio
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI