DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERUBAHAN TRADISI PENANAMAN PADI (MANUGAL) PADA MASYARAKAT DAYAK BAKUMPAI KELURAHAN JAMBU KECAMATAN TEWEH BARU KABUPATEN BARITO UTARA TAHUN 2000-2023
PENGARANG:HERWANA JULPA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-27


ABSTRAK

Herwana Julpa. 2026. Perubahan Tradisi Penanaman Padi (Manugal) Pada Masyarakat Dayak Bakumpai Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara Tahun 2000-2023. Pembimbing: (1) Drs. Rusdi Effendi, M.Pd.; (2) Dewica Fatma Nadilla, M.Pd.

Tradisi Manugal merupakan tradisi bercocok tanam padi di lahan kering yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak Bakumpai di Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara. Selain berfungsi sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan, tradisi ini juga mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam. Namun, perkembangan zaman telah memengaruhi keberlangsungan Tradisi Manugal, ditandai oleh alih fungsi lahan pertanian, berkurangnya keterlibatan generasi muda, serta memudarnya ritual dan upacara adat yang dahulu menyertai pelaksanaannya.

Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang berkembangnya Tradisi Manugal, bentuk pelaksanaannya, serta perubahan yang terjadi pada masyarakat Dayak Bakumpai di Kelurahan Jambu selama tahun 2000–2023. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber primer berasal dari pelaku Tradisi Manugal, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, arsip, serta dokumen yang relevan.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Tradisi Manugal terdiri atas tahapan mandirik, laring, maneweng, malaring rewa, manusul, marangai, Manugal, perawatan tanaman, hingga manggetem atau panen. Tradisi ini menggunakan alat tradisional berupa tugal dan ranggaman serta benih padi lokal, yaitu padi Raja, padi Mayang (Ratu), dan pulut atau lakatan. Perubahan Tradisi Manugal pada periode 2000–2023 ditandai dengan berkurangnya ritual adat yang digantikan oleh selamatan sederhana dan doa bersama, menurunnya jumlah pelaku, berkurangnya keterlibatan generasi muda, serta menyusutnya lahan pertanian akibat alih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Meskipun mengalami perubahan, Tradisi Manugal tetap dipertahankan sebagai warisan budaya masyarakat Dayak Bakumpai hingga kini.

Kata Kunci: Tradisi Manugal, Dayak Bakumpai, Penanaman Padi Lahan Kering, Perubahan Tradisi, Kearifan Lokal.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI