DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Program Kemitraan Kelapa Sawit antara Koperasi Perkebunan Mitra Usaha dengan PT. Saka Kencana Sejahtera di Kotabaru
PENGARANG:FATAN ZUFAR ABDILLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-27


Salah satu kunci keberhasilan kemitraan adalah terjalinnya hubungan harmonis antar pihak pemitra berdasarkan kepercayaan antara satu dengan yang lainnya yang nyata dan terukur dilihat dari keselarasan antar lembaga yang kuat sehingga dapat memberi kelancaran manfaat yang dirasakan bersama.

         Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kemitraan yang diterapkan antara koperasi dengan perusahaan, menganalisis sistem bagi hasil pada pola kemitraan yang diterapkan, dan mengetahui manfaat yang dirasakan masyarakat atas program kemitraan yang telah dijalankan.

          Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan studi kasus di wilayah perkebunan kelapa sawit PT. Saka Kencana Sejahtera tepatnya di Koperasi Perkebunan Mitra Usaha yang berlokasi di Desa Sukadana Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025 sampai dengan Januari 2026 yang meliputi tahapan persiapan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyusunan laporan hasil penelitian.

Metode penarikan sampel dalam penelitian ini yaitu yaitu Non Probability Sampling denganteknik Purposive Sampling (sampel sengaja)dan Accidental Sampling (sampel langsung). Digunakan Purposive Sampling (sengaja) karena pengambilan sampel dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Pertimbangan di sini karena sampel dianggap sebagai yang paling tahu tentang apa yang diteliti, dalam penelitian ini yaitu pihak pengurus koperasi dan pihak staff kemitraaan perusahaan yang mengetahui tentang sistem kemitraan. Accidental Sampling karena dilakukan dengan memilih langsung sampel dengan memasukkan orang-orang yang tersedia dan berpartisipasi sesuai dengan kriteria sampel yang ditentukan, dalam penelitian ini yaitu anggota koperasi/petani plasma yang mengikuti program kemitran. Metode berdasar pada teori yang dikemukakan Sugiyono (2017).

       Sampel dalam penelitian ini disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian. Untuk tujuan 1 dan 2 sampel yang digunakan yaitu satu orang masing-masing perwakilan dari pengurus koperasi dan staff kemitraan perusahaan. Dan untuk tujuan 3 sampel yaitu anggota koperasi/petani plasma sebanyak 30 orang yang tersedia mewakili anggota koperasi. Data dikumpulkan menggunakan skala Guttman dan dilakukan uji validitas dan reliabilitas kemudian dianalisis secara deskriptif.

        Berdasarkan hasil pada penelitian ini, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kewajiban melaksanakan seluruh kegiatan kemitraan mulai dari memberi bantuan modal, sarana prasarana produksi, bimbingan teknis, pembelian dan pembayaran hasil tandan buah segar yang berasal dari perkebunan plasma. Koperasi plasma berkewajiban menjadi lembaga penghubung petani plasma dengan perusahaan serta mengatur petani plasma dalam berjalannya kemitraan. Manfaat yang dirasakan petani plasma pada seluruh tiap aspek yang dianalisis dalam penelitian ini memberikan hasil positif meskipun masih terdapat beberapa aspek yang kurang maksimal namun, dengan mengikuti program kemitraan petani mendapatkan modal untuk membuka perkebunan kelapa sawit, petani menjadi paham cara pengelolaan kelapa sawit, dan petani merasa lebih sejahtera dibandingkan sebelum adanya program kemitraan.      

 

Berdasarkan hasil dalam penelitian ini, saran yang dapat diberikan adalah kemitraan yang dilakukan masih cenderung sederhana dan bergantung kepada perusahaan dikarenakan kurangnya kemampuan petani dalam berbagai hal seperti mendapatkan dan mengelola sumber daya. Dengan adanya kemitraan ini menjadi modal langkah awal petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit kedepannya. Diharapkan setelah berakhirnya kemitraan petani bisa mengelola lahannya sendiri dengan mandiri jikapun masih belum bisa disarankan untuk melanjutkan program kemitraan dengan perjanjian yang membuat petani lebih berpartisipasi secara mandiri sebagai contoh kemitraan plasma mandiri yang ada baru-baru ini. Kekurangan ataupun kendala yang dialami dalam program kemitraan ini dapat diminimalisir dengan sinergi yang baik antara perusahaan, koperasi, dan petani plasma. Perusahaan melakukan kegiatan operasional dengan baik, koperasi melakukan kegiatan administrasi, pengawasan, dan perantara yang baik, dan petani plasma melakukan kewajibannya sesuai dengan perannya masing-masing maka program kemitraan pastinya akan berjalan secara maksimal.Pada penelitian selanjutnya disarankan agar meneliti dengan variabel lain yang belum disertakan dalam penelitian ini agar dapat memberikan dukungan dan mengoptimalkan kegiatan dari program kemitraan secara efektif dan efesien.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI