DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Karakteristik Perkembangan Buah Cabai Rawit cv. Hiyung di Lahan Kering
PENGARANG:MUHAMMAD WAHDANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-27


Cabai rawit cv. Hiyung (Capsicum frutescens L.) merupakan varietas lokal unggulan Kalimantan Selatan yang memiliki tingkat kepedasan tinggi, daya simpan relatif lama, serta telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis. Varietas ini umumnya dibudidayakan pada ekosistem rawa lebak, sehingga informasi mengenai karakteristik perkembangan buahnya pada ekosistem lahan kering masih terbatas. Perbedaan kondisi lingkungan tumbuh dapat memengaruhi proses perkembangan buah, sehingga diperlukan penelitian untuk mendeskripsikan perkembangan morfologi dan karakteristik kuantitatif buah cabai rawit cv. Hiyung pada lahan kering sebagai dasar pengembangan budidaya varietas lokal tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan morfologi buah cabai rawit cv. Hiyung selama fase generatif serta mengkaji karakteristik perkembangan buah berdasarkan parameter kuantitatif pada ekosistem lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2025 sampai Januari 2026 di Kebun Percobaan dan Rumah Kaca Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 72 tanaman cabai rawit cv. Hiyung. Pengamatan dilakukan setiap hari sejak terbentuknya bakal buah hingga fase senescence. Parameter yang diamati meliputi panjang tangkai buah, panjang buah, diameter buah, berat buah, warna buah, jumlah biji, diameter biji, dan warna biji. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik perkembangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan buah cabai rawit cv. Hiyung di lahan kering berlangsung secara bertahap sejak pembentukan bakal buah hingga fase senescence. Perkembangan kuantitatif ditunjukkan oleh peningkatan panjang tangkai buah, panjang buah, diameter buah, berat buah, jumlah biji, dan diameter biji yang berlangsung pesat pada fase awal hingga pertengahan perkembangan, kemudian melambat dan relatif stabil setelah buah mendekati kematangan fisiologis. Perubahan morfologi juga terlihat dari perubahan warna buah yang berlangsung bertahap dari hijau muda, hijau tua, jingga kehijauan, jingga, merah cerah, hingga merah tua, sedangkan warna biji berubah dari putih pucat menjadi krem tua sebagai indikator tercapainya kematangan fisiologis.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa cabai rawit cv. Hiyung memiliki kemampuan adaptasi yang baik pada ekosistem lahan kering. Seluruh parameter perkembangan menunjukkan pola pertumbuhan yang normal dan sebagian besar karakter kuantitatif masih sesuai dengan deskripsi varietas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi ilmiah mengenai karakteristik perkembangan buah cabai rawit cv. Hiyung pada lahan kering serta menjadi referensi dalam pengembangan budidaya dan penelitian lanjutan mengenai fisiologi maupun produksi cabai rawit varietas lokal.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI