DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MORFOLOGI TANAH GAMBUT DI KAMPUNG BARU KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA | |
| PENGARANG | : | LAYLA HASANAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-27 |
Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi morfologi, sifat fisik, dan kimia tanah gambut di bawah vegetasi semak belukar rawa di Kampung Baru, Kelurahan Landasan Ulin Utara, melalui dua profil pengamatan yang mewakili perbedaan vegetasi dominan: ilalang (Profil 1) serta akasia dan galam (Profil 2). Penelitian dilaksanakan di Kampung Baru, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, pada bulan April hingga Juli 2026, menggunakan metode deskriptif-kuantitatif yang menggabungkan survei lapangan dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Peat Sampler Eijkelkamp hingga lapisan mineral, disertai pengamatan vegetasi, kedalaman muka air tanah, serta morfologi tanah meliputi horizon, warna, kejelasan batas, dan tingkat kematangan berdasarkan skala Von Post. Sampel tiap horizon dianalisis di laboratorium untuk kadar abu, serat, karbon organik, dan pH, masing-masing tiga ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan kedua profil berada pada semak belukar rawa dengan ketinggian 82 mdpl dan lereng datar. Profil 1 memiliki muka air tanah dangkal (10 cm) dan gambut tertebal, 116 cm, sedangkan Profil 2 memiliki muka air lebih dalam (17 cm) dengan gambut 90 cm; keduanya berada di atas substratum pasir berliat. Secara morfologi, kedua profil memiliki tiga horizon organik (Oe) tergolong gambut hemik, berwarna sangat gelap (hue 2,5YR), dengan kematangan Von Post menurun dari H6 di horizon atas menjadi H5 di horizon bawah. Batas horizon terdalam berangsur pada Profil 1, namun jelas pada Profil 2, karena lebih dekat dengan substratum mineral.
Secara kimia, kedua profil memiliki karbon organik tinggi (45,23–55,34%) dengan reaksi sangat masam (pH 3,80–4,27). Kadar abu Profil 1 relatif stabil dan rendah (4,58–11,54%), sedangkan Profil 2 melonjak tajam pada horizon terdalam hingga 22,03%, bertepatan dengan karbon organik terendah, yang mengindikasikan pengaruh kedekatan substratum mineral. Secara keseluruhan, kedua profil tergolong gambut hemik berkarbon organik tinggi dan sangat masam, dengan perbedaan utama pada ketebalan gambut dan pola kadar abu di horizon terdalam, sehingga diharapkan menjadi data dasar bagi konservasi dan restorasi gambut di Banjarbaru.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI