DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBESARAN IKAN PAPUYU (Anabas testudineus) DI POKDAKAN PAPUYU SAKTI BANJAR DESA KARANG INTAN KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:MUHAMMAD DICKY FABIO PRAYUDHA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-27


ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBESARAN IKAN PAPUYU (Anabas testudineus) DI POKDAKAN PAPUYU SAKTI BANJAR DESA KARANG INTAN KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN

ABSTRAK, Usaha pembesaran ikan Papuyu (Anabas testudineus) merupakan salah satu kegiatan budidaya ikan air tawar yang dikembangkan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Papuyu Sakti Banjar di Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Usaha ini memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi, namun dalam pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya biaya produksi, fluktuasi harga pakan, harga benih, dan harga jual ikan yang dapat memengaruhi keuntungan serta kelayakan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan dan kelayakan usaha pembesaran ikan Papuyu di Pokdakan Papuyu Sakti Banjar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Penentuan responden dilakukan secara sensus terhadap seluruh anggota aktif Pokdakan Papuyu Sakti Banjar yang berjumlah tiga orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Analisis kelayakan usaha dilakukan menggunakan analisis keuntungan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Break Even Point (BEP), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pembesaran ikan Papuyu memperoleh total penerimaan sebesar Rp93.435.000 per tahun dengan total biaya produksi sebesar Rp60.588.333 per tahun sehingga menghasilkan keuntungan sebesar Rp32.846.667 per tahun. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 2,84, nilai BEP produksi sebesar 1.346,41 kg lebih kecil dibandingkan produksi aktual sebesar 3.825 kg, nilai BEP harga sebesar Rp15.839,72/kg lebih rendah dibandingkan harga jual sebesar Rp30.000/kg, serta nilai Payback Period (PP) selama 3,1 tahun. Berdasarkan hasil analisis tersebut, secara teoritis usaha pembesaran ikan Papuyu dinyatakan layak karena mampu memberikan keuntungan dan memenuhi kriteria kelayakan usaha. Namun, berdasarkan kondisi finansial usaha yang masih memiliki skala produksi relatif kecil, diperlukan penambahan jumlah kolam dan peningkatan volume produksi agar usaha dapat berkembang secara optimal dan memberikan keuntungan yang lebih besar.

 

Kata kunci: Ikan Papuyu, Pembesaran Ikan, Kelayakan Usaha, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Even Point (BEP), Payback Period (PP).


FEASIBILITY ANALYSIS OF A PAPUYU FISH (Anabas testudineus) FARMING BUSINESS AT THE PAPUYU SAKTI BANJAR FISHERY GROUP IN KARANG INTAN VILLAGE, KARANG INTAN SUBDISTRICT, BANJAR REGENCY, SOUTH KALIMANTAN

ABSTRACT, The Papuyu (Anabas testudineus) fish farming business is one of the freshwater fish farming activities developed by the Papuyu Sakti Banjar Fish Farmers’ Group (Pokdakan) in Karang Intan Village, Karang Intan Subdistrict, Banjar Regency, South Kalimantan. This business has significant economic potential; however, its implementation still faces various challenges, such as high production costs, fluctuations in feed prices, fry prices, and fish selling prices, which can affect profitability and the viability of the business. This study aims to analyze the profitability and feasibility of the Papuyu fish farming business at the Papuyu Sakti Banjar Fish Farmers’ Group. The research was conducted from March to July 2026 using a survey method and a quantitative approach. Respondents were selected through a census of all active members of the Papuyu Sakti Banjar Fish Farmers’ Group, totaling three people. The data obtained were analyzed descriptively and quantitatively. The business feasibility analysis was performed using profit analysis, the Revenue-to-Cost Ratio (R/C Ratio), the Break-Even Point (BEP), and the Payback Period (PP). The results of the study indicate that the Papuyu fish farming business generates total revenue of Rp93,435,000 per year with total production costs of Rp60,588,333 per year, resulting in a profit of Rp32,846,667 per year. The feasibility analysis results show an R/C ratio of 2.84; a production BEP of 1,346.41 kg, which is lower than the actual production of 3,825 kg; a price BEP of Rp15,839.72/kg, which is lower than the selling price of Rp30,000/kg; and a payback period (PP) of 3.1 years. Based on these results, the Papuyu fish farming business is theoretically feasible because it is capable of generating a profit and meets the criteria for business viability. However, given the business’s current financial condition—which involves a relatively small production scale—an increase in the number of ponds and production volume is necessary for the business to grow optimally and generate greater profits.

 

Keywords: Papuyu Fish, Fish Farming, Business Feasibility, Revenue-to-Cost Ratio (R/C), Break-Even Point (BEP), Payback Period (PP).

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI