DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kualitas Pelayanan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas pada Panti Iskaya Banaran Provinsi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | AHMAD RIYADI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-27 |
Ahmad Riyadi, 2210413210024, 2026. Kualitas Pelayanan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas pada Panti Iskaya Banaran Provinsi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru. Dibimbing oleh Saifudin.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas pada Panti Iskaya Banaran Provinsi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitas pelayanan menurut Zeithaml et al. dalam Hardiansyah (2018), yang berfokus pada lima dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumentasi yang melibatkan klien penyandang disabilitas mental yang menerima layanan dan pihak Panti Iskaya Banaran Kota Banjarbaru. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas pada Panti Iskaya Banaran Provinsi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari lima dimensi yaitu, tangible (berwujud), fasilitas fisik dan sarana prasarana secara umum telah mendukung pelayanan, meskipun masih terdapat keterbatasan berupa ruang pelayanan yang belum memadai, atap bocor, beberapa fasilitas rusak, kasur yang kurang nyaman, serta penataan halaman dan area parkir yang belum optimal, dimensi reliability (kehandalan), pelayanan telah berjalan sesuai prosedur, jadwal, dan pembagian tugas, namun masih ditemukan keterlambatan penyediaan keterampilan tata boga, kedatangan petugas pada kegiatan apel, serta pergantian shift pengasuh sore ke malam, dimensi responsiveness (ketanggapan), petugas tanggap dalam memberikan bantuan dan memenuhi kebutuhan klien, dimensi assurance (jaminan), pelayanan didukung kompetensi, profesionalisme, dan pendampingan petugas, serta dimensi empathy (empati), petugas menunjukkan perhatian, komunikasi yang baik, serta pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif.
Kepada Panti Iskaya Banaran Provinsi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru perlu menambah fasilitas seperti satu ruang pembinaan belajar yang baru dan pengadaan kasur yang lebih empuk, perbaikan atap bocor dan alat keterampilan yang rusak, kemudian memperluas lahan parkir dan menyediakan atap pelindungnya, serta kedisiplinan petugas terkait kedatangan saat kegiatan apel, kesiapan pelaksanaan layanan keterampilan tata boga, dan kedisiplinan pengasuh pada saat pergantian shift juga harus diperhatikan.
Kata Kunci:Kualitas Pelayanan, Rehabilitasi, Penyandang Disabilitas.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI