DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PENDAPATA PETANI KARET DENGAN POLA PENJUALAN KEPADA TENGKULAK DAN UPPB DI KECAMATAN TAMBANG ULANG
PENGARANG:NOOR LINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-28


NOOR LINA.  Analisis Pendapatan Petani Karet dengan Pola Penjualan kepada Tengkulak dan UPPB di Kecamatan Tambang Ulang, dibimbing oleh Umi Salawati.

     Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, perbedaan pendapatan serta untuk menganalisis alasan petani memilih saluran pemasaran yang mereka gunakan dan permasalahan yang dihadapi oleh petani karet saat menjual kepada tengkulak maupun melalui kelompok UPPB yang ada di Kecamatan Tambang Ulang.  Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Sari dan Desa Sungai Jelai yang ada di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut pada bulan Januari-Juni 2026.  Jumlah responden yang diambil sebanyak 30 orang responden petani karet yang terdiri dari 15 orang sampel petani bukan anggota UPPB dan 15 orang sampel petani karet anggota UPPB serta ditentukan menggunakan metode purposive sampling.  Teknik pengambilan responden pada masing-masing kelompok dilakukan dengan sampel acak sederhana (simple random sampling).  Metode  analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis perbedaan pendapatan dengan uji statistik dan analisis deskriptif kuantitatif.

     Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani yang ada di Kecamatan Tambang Ulang pada kelompok responden bukan anggota UPPB sebesar Rp 28.485.181/tahun/ha, sedangkan pada kelompok anggota UPPB sebesar Rp 33.987.847/tahun/ha.  Hasil uji Mann-Whitney U Test, didapatkan nilai Asymp.Sig.(2-tailed Sig) 0,011 dan nilai Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] 0,10 yang menunjukkan nilai kurang dari taraf signifikansi 0,05.  Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan kedua kelompok petani karet tersebut.  Selain itu, alasan utama petani bukan anggota UPPB menjual ke tengkulak adalah adanya kemudahan akses dengan persentase 100%, sedangkan alasan UPPB menjual melalui UPPB karena harga lebih tinggi dengan persentase 100%.  Permasalahan utama petani bukan anggota UPPB adalah harga jual rendah dengan persentase 93%, sedangkan permasalahan petani anggota UPPB adalah keharusan mengantar hasil ke tempat penimbangan dengan persentase 80%.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI