DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Sedimen Pada Aliran Sungai di Sub-Sub DAS Martapura Kabupaten Banjar Dengan Pendekatan Model SWAT (Soil and Water Assessment Tool)
PENGARANG:ADITYA ARIEF SETIAWAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-28


Pendangkalan akibat penumpukan sedimen menjadi salah satu tantangan hidrologis di sistem Sungai Martapura, khususnya pada kawasan Aliran Sungai Bincau. Potensi erosi di kawasan ini dipengaruhi oleh kondisi tutupan lahan dan tingkat kemiringan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi total beban sedimen tahunan dan memetakan sebaran zona rawan sedimen secara spasial. Melalui pemetaan ini, diharapkan dapat diidentifikasi area prioritas untuk mendukung upaya konservasi lahan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang lebih terarah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pemodelan perangkat lunak Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Mengingat kawasan studi berstatus sebagai ungauged basin yakni wilayah yang tidak memiliki stasiun pencatatan data debit harian dan curah hujan. Data iklim diperbaiki melalui metode Koreksi Faktor Bias, sementara ketiadaan data debit disiasati menggunakan pendekatan Area Ratio. Tahapan kalibrasi model dieksekusi menggunakan SWAT-CUP. Proses kalibrasi ini difokuskan menggunakan data sekunder dari Pos Duga Air (PDA) Gudang Tengah dengan metode Flow Condition Matching. Tahapan validasi eksternal dilakukan secara analitik. Hasil keluaran model disandingkan dengan data PDA Gudang Tengah serta data primer lapangan berupa Total Suspended Solid (TSS) hasil uji gravimetri. Hasil simulasi menunjukan total beban sedimen rata-rata tahunan sebesar 9,81 ton/ha/tahun. Kinerja model ini didukung hasil uji statistik kelayakan pada parameter debit aliran diperoleh nilai Percent Bias (PBIAS) 1,60% dan Koefisien Determinasi (R²) 0,55, sedangkan pada parameter sedimen tercatat tingkat kesalahan relatif absolut sebesar 33,81%, PBIAS 33,80%, dan R² 0,85. Secara spasial, Sub-DAS 5 menjadi penyumbang sedimen tertinggi dengan laju mencapai 11,37 ton/ha/tahun. Tingginya angka ini utamanya dipengaruhi oleh akumulasi limpasan air dari lereng yang lebih curam di batas luar wilayah, menggerus partikel tanah persawahan, terutama saat berada pada fase pengolahan lahan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi informasi teknis bagi pengambil kebijakan dalam menentukan prioritas konservasi lahan di Sub DAS 5, sebagai upaya untuk mengurangi laju pendangkalan sungai secara bertahap Kata Kunci: Aliran Sungai Bincau, Beban Sedimen, Model SWAT, Ungauged Basin, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI