DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGOLAHAN AIR GAMBUT DENGAN PROSES HIBRID KOAGULASI-ULTRAFILTRASI MENGGUNAKAN KOAGULAN GABUNGAN TANAH LEMPUNG GAMBUT-BESI SULFAT DAN MEMBRAN FLAT SHEET SELULOSA ASETAT | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD BASYIR MUNIRA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-28 |
Air gambut di Kabupaten Banjar memiliki pH yang asam dengan kandungan zat organik (UV254) dan warna (PtCo) yang tinggi. Pengolahan dengan Membran Ultrafiltrasi Selulosa Asetat (UF-SA) dapat dilakukan untuk mengolah air gambut namun perlu pre-treatment dahulu. Penggabungan koagulan Tanah Lempung Gambut (organik) dan FeSO4 (anorganik) untuk koagulasi dapat menjadi pilihan dalam mengolah air gambut sebelum dilanjut ke membran. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kemampuan koagulan gabungan TLG-FeSO4 terhadap penyisihan zat organik dan warna air gambut dan menilai kinerja membran UF-SA yang dimodelkan dengan 3 model fouling (MFI, Pore Blocking, dan Kurva Saturasi). Proses koagulasi dilakukan dengan jar-test dan membran dijalankan dengan sistem dead-end. Pengujian air gambut dilakukan dengan alat UV-Vis spektroskopi. Hasil penelitian menunjukkan TLG-FeSO4 dapat bekerja optimum di pH 11 dengan dosis 2 g/L TLG dan 0,5 FeSO4. Hasil penyisihan UV254 dan warna mencapai nilai 82% dan 95% dengan nilai akhir pH 6,6. Kondisi optimum hibrid koagulasi-ultrafiltrasi didapat pada tekanan 2 bar dengan hasil penyisihan UV254 dan warna mencapai nilai 89% dan 97% dan fluks dihasilkan 409.9 L/jam.m2.bar. Model fouling menunjukkan kurva saturasi menjadi model paling akurat. Hasil proses hibrid koagulasi-ultrafiltrasi menghasilkan air gambut yang memenuhi baku mutu kelas 2 berdasarkan PP No, 22 Tahun 2021.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI