DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Dampak Pembalikan Lapisan Tanah Terhadap Sifat Fisika Dan Kandungan C-Organik Pada Lahan Belukar Yang Dikembangkan Untuk Pertanian
PENGARANG:FEBRIANI PUTRI VALENTIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-28


Tanah gambut (Histosols) merupakan tanah dengan kandungan bahan organik yang sangat tinggi sekurang-kurang 12% C-organik, terbentuk karena adanya akumulasi bahan organik yang lebih besar dari pada dekomposisinya. Keberadaan lahan gambut di Indonesia yang sangat luas merupakan sebuah aset yang perlu dimanfaatkan salah satunya untuk pertanian. Sejalan dengan perubahan fungsi lahan gambut untuk kegiatan pembangunan infrastruktur, perumahan, pertanian dan perkebunan, menyebabkan lapisan gambut mengalami penurunan sehingga tanah yang semula gambut menjadi tanah bergambut bahkan menjadi tanah mineral. Lahan gambut alami dan belukar cenderung sering dimanfaatkan untuk pertanian dan biasanya ada upaya pemalikan tanah gambut dengan tujuan pengeringan. Hal ini mengindikasikan adanya pembalikan tanah bergambut ke lapisan bawah, sehingga tanah mineral yang semula berada di lapisan bawah naik ke lapisan atas.

             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisika tanah kerapatan isi (bulk density), kerapatan partikel (particle density), kadar air tanah lapangan, dan C-organik tanah akibat pembalikan lapisan tanah pada lahan bergambut yang dikembangkan menjadi lahan pertanian. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada lahan bergambut yang dibagi menjadi 2 (dua) kelompok lahan belukar dan lahan pertanian. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Kemudian analisis tanah dilakukan di Laboratorium Fisika, Kimia dan Biologi Tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembalikan lapisan tanah menyebabkan perubahan susunan profil tanah dan berpengaruh terhadap perubahan sifat fisika yaitu penurunan kerapatan isi (bulk density), penurunan kerapatan partikel (particle density) dan peningkatan kandungan C-organik tanah pada lahan pertanian. Namun tidak memberikan dampak peningkatan atau penurunan pada kadar air tanah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI