DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KETERGANTUNGAN KONSUMSI BERAS BANJAR PADA MASYARAKAT KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | Yuriadi Ilmi | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-29 |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar ketergantungan masyarakat Kalimantan Selatan terhadap konsumsi beras Banjar. Penelitian dilaksanakan di 5 kabupaten/kota sampel survei biaya hidup , Banjarmasin, Tanah Laut, Kotabaru, Tanjung dan Hulu Sungai Tengah, pada bulan Januari - Desember 2022. Lokasi penelitian dipilih karena dianggap mampu merepresentasikan pola konsumsi pada masyarakat Kalimantan Selatan, dan mewakili daerah kota, desa, pegunungan, dan pesisir.
Sebanyak 7.200ressponden dari ke 5 kota tersebut, dipilih secara stratified random sampling sampling berdasarkan kategori pendidikan kepala rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga. Analisis dilakukan menggunakan modelQuadratic Almost Ideal Demand System – Censorship (QUAIDS-CE), dengan mendapatkan matriks koefien elastisitas baik elastisitas beras Banjar, elastisitas silang, dan elastisitas pendapatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras Banjar dan beras non-Banjar memiliki elastisitas permintaan cukup tinggi secara tak terkompensasi, namun rendah secara terkompensasi.Elastisitas harga tak terkompensasi beras Banjar sebesar -1,143 yang berarti kenaikan harga beras Banjar sebesar 1% akan menurunkan tingkat permintaannya sebesar 1,143 persen. Sementara itu elastisitas terkompensasi beras Banjar sebesar -0,802 atau bernilai e <1 yang berarti kenaikan harga tidak berdampak besar pada penurunan permintaan. Elastisitas silang terkompensasi beras Banjar sebesar 0,60 terhadap beras non-Banjar, yang berarti kenaikan harga 1% pada komoditas ini menaikkan konsumsi pasa beras non-Banjar sebesar 0,60 persen. Elastisitas pendapatan untuk beras Banjar sebesar 1,07 dan menjadikannya barang mewah/superior.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI