DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Ketahanan Varietas dan Umur Bibit Padi Unggul terhadap Serangan Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) pada Sawah Tadah Hujan
PENGARANG:MUHAMMAD RIDHO NUGROHO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-29


Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Fase awal tanam atau pindah tanam bibit padi merupakan fase paling kritis karena tanaman rentan terserang OPT dikarenakan tanaman padi memerlukan adaptasi karena perpindahan kondisi tanah. Salah satu hama penting pada budidaya padi sawah adalah keong mas (Pomacea canaliculata L.) yang menyerang tanaman muda dengan memarut dan memakan jaringan tanaman sehingga dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 100%. Penggunaan varietas unggul dan umur bibit yang tepat merupakan upaya preventif dalam pengendalian hama terpadu. Pengujian yang mengkombinasikan antara perbedaan varietas dengan umur bibit padi saat pindah tanam terhadap serangan keong mas belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian ketahanan beberapa varietas padi unggul yang dikombinasikan dengan umur bibit padi saat pindah tanam terhadap serangan keong mas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor, yaitu varietas padi unggul: (P1) Inpari 32, (P2) Inpari 33, dan (P3) Inpari IR Nutri Zinc, serta umur bibit: (U1) 15, (U2) 20, dan (U3) 25 hari setelah semai (HSS). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Padi disemai dalam waktu yang berbeda kemudian, dilakukan pemasangan jaring pada lahan sawah untuk mencegah keong mas keluar. Bibit padi ditanam sebanyak 25 rumpun pada petak uji tingkat serangan dan 27 rumpun pada petak uji preferensi. Keong mas dilepaskan pada petak percobaan 7 hari setelah pindah tanam. Parameter yang diamati meliputi preferensi keong mas, persentase serangan, intensitas serangan, tinggi genangan, jumlah telur, dan jumlah keong mas selama 28 hari pengamatan. Data hasil pengamatan diuji prasyarat statistiknya melalui uji normalitas dan uji homogenitas varians, setelah asumsi dasar terpenuhi maka dilanjutkan uji hipotesis menggunakan Two-Way ANOVA dan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Pada data preferensi keong mas dan persentase keong mas, menggunakan uji non-parametrik Kruskal Wallis, setelah hasil menunjukkan perbedaan yang nyata pada nilai median, dilanjutkan pada tahap uji lanjut menggunakan Pairwise Comparisons (Uji Dunn) untuk melihat perbedaan spesifik antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas padi unggul tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan hama keong mas. Varietas padi unggul Inpari 32, Inpari 33 dan Inpari IR Nutri Zinc secara mandiri belum menunjukkan tingkat ketahanan yang berbeda terhadap serangan keong mas pada fase awal pertumbuhan padi. Perbedaan varietas dan umur bibit padi unggul juga tidak berpengaruh nyata terhadap preferensi keong mas, diduga keong mas tidak memiliki kecenderungan untuk memilih varietas tertentu untuk dimakan pada fase awal pengamatan 24 jam. Penggunaan umur bibit yang lebih tua mampu mencegah penyebaran serangan keong mas dan menekan kerusakan tanaman akibat serangan keong mas seiring dengan berkembangnya jaringan padi. Interaksi antar varietas dan umur bibit padi unggul berpengaruh nyata terhadap tingkat serangan keong mas. Kombinasi perlakuan P2U3 (Inpari 33 – 25 HSS) dengan nilai intensitas 32,8%, P1U2 (Inpari 32 – 20 HSS) dengan nilai intensitas 36% dan P3U2 (Inpari IR Nutri Zinc – 20 HSS) dengan nilai intensitas 42,93%.  

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI