DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Tugas Akhir Pra Rancangan Pabrik Krotonaldehid Dari Asetaldol Berkatalis Asam Asetat Melalui Proses Dehidrasi Asetaldol Kapasitas 6.000 Ton/Tahun
PENGARANG:MUHAMMAD FAJAR HAKIKY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-29


Krotonaldehid merupakan senyawa aldehid tak jenuh yang banyak digunakan sebagai bahan antara dalam industri kimia, seperti industri resin, farmasi, agrokimia, pelapis, perekat, tinta, tekstil, serta bahan kimia organik lainnya. Kebutuhan krotonaldehid di Indonesia masih banyak dipenuhi melalui impor, sehingga pendirian pabrik krotonaldehid di dalam negeri menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan impor dan mendukung perkembangan industri kimia nasional. Pabrik krotonaldehid ini dirancang dengan bahan baku utama asetaldol dan katalis asam asetat melalui proses dehidrasi asetaldol.

Reaksi pembentukan krotonaldehid berlangsung dalam Reaktor Tangki Berpengaduk (RATB) pada fase cair dengan suhu operasi 80°C, tekanan 1 atm, dan pH 3,7–5,5. Reaksi bersifat eksotermis, spontan, dan irreversible dengan konversi optimum sebesar 88%. Produk keluaran reaktor terdiri atas krotonaldehid, air, asam asetat, dan sisa asetaldol yang tidak bereaksi. Selanjutnya, campuran produk dimurnikan menggunakan Menara Distilasi-01, evaporator, dan Menara Distilasi-02 untuk memperoleh produk krotonaldehid dengan kemurnian yang sesuai.

Pabrik krotonaldehid dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 6.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari per tahun. Lokasi pendirian pabrik direncanakan di Kawasan Industri Krakatau, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten dengan luas tanah sebesar 38005 m². Pemilihan lokasi ini didasarkan pada ketersediaan utilitas, kemudahan transportasi, ketersediaan tenaga kerja, kedekatan dengan kawasan industri, serta kemudahan distribusi bahan baku dan produk. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi garis dan staf serta jumlah tenaga kerja sebanyak 118 orang.

Berdasarkan hasil analisa ekonomi, pabrik ini membutuhkan modal investasi sebesar Rp 319.466.606.329 dengan biaya produksi total sebesar Rp 188.901.681.207. Hasil penjualan produk sebesar Rp 269.496.024.992 per tahun dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 52.363.075.127 dan laba sesudah pajak sebesar Rp 34.035.998.833. Nilai Return on Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 19% dan sesudah pajak sebesar 13%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak sebesar 3,6 tahun dan sesudah pajak sebesar 4,81 tahun, Net Present Value (NPV) ratio sebesar 1,3264, Interest Rate of Return (IRR) sebesar 12%, Break Even Point (BEP) sebesar 42%, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 20%. Berdasarkan hasil evaluasi teknis dan ekonomi tersebut, maka pabrik krotonaldehid dari asetaldol berkatalis asam asetat melalui proses dehidrasi asetaldol layak untuk didirikan.

 

Kata kunci: Krotonaldehid, Asetaldol, Asam Asetat, Dehidrasi, Reaktor Tangki Berpengaduk

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI