DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Formulasi Produk Snack Bar Non-Dairy Berbasis Tape Singkong (Manihot esculenta Crantz) dan Biji Teratai (Nymphaea pubescens Willd.) untuk Mengurangi Risiko Stunting
PENGARANG:PUTRI ADELIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-29


Snack bar non-dairy berbasis bahan pangan lokal dapat dikembangkan sebagai alternatif pangan 

fungsional. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi terbaik snack bar berbasis tepung tape singkong dan 

biji teratai berdasarkan karakteristik sensori, kimia, fisik, aktivitas antioksidan, dan potensi prebiotik secara in 

vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu 

perbandingan tepung tape singkong dan biji teratai (0:100, 10:90, 20:80, 30:70, 40:60, dan 50:50) serta bentuk 

biji teratai berupa crush dan tepung. Data kimia dan fisik dianalisis menggunakan ANOVA, sedangkan data 

organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan formulasi terbaik 

diperoleh pada tepung tape singkong 50% dan tepung biji teratai 50% dengan total skor 16 dan nilai pembobotan 

4,80. Formulasi terbaik memiliki kadar air 4,27%, kadar abu 1,34%, protein 5,14%, lemak 24,11%, serat kasar 

1,60%, dan karbohidrat 63,60%. Karakteristik organoleptik menunjukkan warna kuning kecoklatan mendekati 

coklat, aroma tape lemah mendekati sedang, rasa tape kurang terasa mendekati cukup terasa, tekstur kurang renyah 

mendekati agak renyah, serta penerimaan keseluruhan agak enak dengan tingkat kesukaan agak suka. Aktivitas 

antioksidan snack bar menunjukkan nilai IC?? sebesar 293,47 ppm dan tergolong sangat lemah. Kadar serat kasar 

digunakan sebagai parameter awal adanya fraksi yang tidak tercerna dan berpotensi dimanfaatkan oleh bakteri 

menguntungkan. Pengujian potensi prebiotik secara in vitro menggunakan kultur awal Lactobacillus plantarum

sebesar 3,45 × 10? CFU/mL menghasilkan jumlah bakteri pada media snack bar sebesar 1,70 × 10?–1,95 × 10? 

CFU/mL. Hasil tersebut menunjukkan L. plantarum masih dapat bertahan.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI