DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN PEMETAAN FOTOGRAMETRI DRONE MAPPA XI RTK DENGAN OPTIMASI TITIK KONTROL TANAH (GCP) BERBASIS GNSS GEODETIK
PENGARANG:VINADO FANDINATA PUTRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-29


Stabilitas lereng merupakan aspek penting dalam perencanaan konstruksi dan mitigasi longsor. Ketelitian model geometri lereng hasil fotogrametri Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dipengaruhi oleh jumlah Ground Control Point (GCP) yang digunakan pada proses georeferensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi jumlah GCP terhadap akurasi model geometri lereng, mengevaluasi kesesuaian Digital Elevation Model (DEM) hasil fotogrametri UAV terhadap data GNSS Geodetik metode RTK, serta mengkaji pengaruhnya terhadap hasil analisis stabilitas lereng. Data diperoleh melalui pemotretan UAV dan diolah menggunakan Agisoft Metashape Professional dengan variasi 3, 6, dan 9 Titik GCP. Akurasi model dievaluasi menggunakan nilai Root Mean Square Error (RMSE), sedangkan kesesuaian DEM dianalisis melalui perbandingan profil elevasi terhadap data GNSS Geodetik RTK. Geometri lereng dari setiap variasi selanjutnya dianalisis menggunakan PLAXIS 2D dengan model Mohr–Coulomb dan metode Strength Reduction Method (SRM) untuk memperoleh nilai Factor of Safety (FoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 3 Titik GCP menghasilkan RMSE GCP terkecil sebesar 4,44655 cm, sedangkan variasi 9 Titik GCP memberikan ketelitian DEM terbaik dengan RMSE elevasi sebesar 0,21 m. Nilai FoS yang diperoleh berturut-turut sebesar 1,801; 1,784; 1,793; dan 1,791 untuk model acuan GNSS Geodetik RTK. Seluruh model memiliki FoS > 1,5 sehingga lereng tergolong stabil. Secara keseluruhan, penggunaan 9 Titik GCP menghasilkan model elevasi yang paling mendekati data referensi GNSS Geodetik dan paling representatif untuk analisis stabilitas lereng.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI