DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Profil metabolit sekunder, uji aktivitas antioksidan dan antikanker pada sel HeLa dan MCF-7 secara in vitro dari ekstrak daun dan kulit batang binjai (Mangifera caesia) | |
| PENGARANG | : | Isyana Tri Putri | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-30 |
PROFIL METABOLIT SEKUNDER, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIKANKER PADA SEL HELA DAN MCF-7 SECARA IN VITRO DARI EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG BINJAI (MANGIFERA CAESIA)
(Oleh : Isyana Tri Putri; pembimbing Dr. Kamilia Mustikasari, S.Si., M.Si dan Dr. Muddatstsir Idris, S.Si., M.S).
Kanker menjadi salah satu tantangan kesehatan global. Penelitian obat antikanker telah banyak berfokus pada produk alam. Senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi sering kali menunjukkan potensi sebagai antikanker. Salah satu spesies dari famili Anacardiciae yang ditemukan di Kalimantan dan belum banyak diteliti adalahbinjai (Mangifera caesia).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil metabolit sekunder, mengevaluasi aktivitas antioksidan, antikanker secara in vitro (HeLa dan MCF-7) dari ekstrak metanol daun (DB) dan kulit batang (KBB) binjai.
Simplisia dimaserasi dengan n-heksana (n-Hx), metilen klorida (Mc), etil asetat (Ea), dan metanol (MeOH). Profil metabolit sekunder diuji berdasarkan skrining fitokimia dan LCMS/MS. Ekstrak diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH, diuji juga kadar Total Flavonoid (TFC) dan kadar Total Fenolik (TPC). Aktivitas antikanker secara in vitro pada sel HeLa dan MCF-7 menggunakan metoda resazurin. Toksisitas terhadap sel normal CV-1 juga diuji menggunakan metode resazurin.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol dan etil asetat (DB dan KBB) mengandung beberapa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan terpenoid. Ekstrak metilenklorida (DB dan KBB) mengandung senyawa flavonoid, steroid, terpenoid dan fenol. Sedangkan ekstrak n-heksana (DB dan KBB) mengandung senyawa non-polar seperti steroid dan terpenoid. Analisis LCMS/MS menunjukkan senyawa mayor yang terdapat pada ekstrak metanol DB yaitu asam galat, isoquercetin, epigalokatekin, quecitrin, katekin galat. Sedangkan ekstrak metanol KBB mengandung senyawa mayor yaitu asam galat, asam gentisat, lupenon, cianidanol, kaemferol dan epigalokatekin. Nilai TFC tertinggi pada DB adalah 301,76 ± 0,91 (ekstrak metilen klorida) dan nilai terendah 275,98 ± 0,18 mg QE/g (ekstrak metanol). Sedangkan pada KBB menunjukkan nilai TFC tertinggi 151,34 ± 0,15 (ekstrak metanol) dan nilai terendah 31,59 ± 0,01 mg QE/g (ekstrak n-heksan). Nilai TPC tertinggi pada DB adalah 77,61±0,09 (ekstrak metanol) dan nilai terendah 59,09 ± 0,33 mg GAE/g (ekstrak n-heksana). Sedangkan nilai TPC tertinggi pada KB adalah 132,0 5 ± 0,08 (ekstrak metanol) dan nilai terendah adalah 75,49 ± 0,16 mg GAE/g (ekstrak n-heksana). Hasil uji antikanker secara in vitro pada sel HeLa menunjukkan nilai IC50 315,80 ± 2,95 (ekstrak metanol DB) dan 396,70 ± 0,05 µg/mL (ekstrak metanol KBB). Sedangkan pada sel MCF-7 menunjukkan nilai IC50 sebesar 211,00 ± 0,15 (ekstrak metanol DB) dan 359,20 ± 0,00 µg/mL (ekstrak metanol KBB). Uji toksisitas pada sel normal (CV-1) diperoleh IC50 657,00 (ekstrak metanol DB) dan 722,10 µg/mL (ekstrak metanol KB).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun dan kulit batang binjai berpotensi sebagai sumber kandidat senyawa antikanker berbasis bahan alam.
Kata kunci : Antioksidan, Antikanker, Binjai, LCMS-MS, Mangifera caesia
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI