DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:TUTI NURHAYATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


Ketahanan pangan rumah tangga merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan karena mencerminkan kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, aman, dan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di Provinsi Kalimantan Selatan. Konsep ketahanan pangan dalam penelitian ini mengacu pada pendekatan klasifikasi silang Jonsson dan Toole yang mengombinasikan pangsa pengeluaran pangan dan angka kecukupan energi sehingga menghasilkan empat kategori, yaitu rawan pangan, kurang pangan, rentan pangan, dan tahan pangan. Penelitian menggunakan data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024 dengan jumlah sampel 8.291 rumah tangga di Provinsi Kalimantan Selatan. Analisis tingkat ketahanan pangan dilakukan secara deskriptif, sedangkan analisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan dilakukan menggunakan Partial Proportional Odds Model (PPOM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga berada pada kategori tahan pangan (55,84%), diikuti rentan pangan (32,24%), kurang pangan (9,70%), dan rawan pangan (2,22%). Analisis PPOM menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga berpengaruh positif dan merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan ketahanan pangan. Sebaliknya, jumlah anggota rumah tangga serta beberapa harga komoditas pangan, yaitu padi-padian, ikan/udang/cumi/kerang, daging, kacang-kacangan, buah-buahan, dan bahan minuman, berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Selain itu, harga umbi-umbian, sayur-sayuran, minyak dan kelapa, lokasi tempat tinggal dan bantuan pangan menunjukkan pengaruh yang berbeda pada setiap tingkat ketahanan pangan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI