DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH BELANJA PEGAWAI, BELANJA MODAL DAN INFLASI TERHADAP PENGELUARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA DI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2014-2024 | |
| PENGARANG | : | ELVINA KUMALASARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-30 |
Elvina Kumalasari (2026). Pengaruh Belanja Pegawai, Belanja Modal dan Inflasi Terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga di Kalimantan Selatan Tahun 2014-2024. Pembimbing : Drs. Muhammad Saleh, M.P
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pegawai, belanja modal, dan inflasi terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2014–2024. Pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat dan kemampuan ekonomi daerah. Peningkatan belanja pemerintah daerah melalui belanja pegawai dan belanja modal diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, sedangkan inflasi diduga memberikan pengaruh negatif terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga karena menurunkan daya beli masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data panel yang terdiri dari data time series tahun 2014–2024 dan data cross section 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan dan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Kalimantan Selatan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan aplikasi EViews 14 melalui pendekatan Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Pemilihan model terbaik dilakukan melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga, belanja modal berpengaruh negatif namun signifikan, sedangkan inflasi berpengaruh negatif tetapi tetap signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga di Kalimantan Selatan. Secara simultan, belanja pegawai, belanja modal, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga. Variabel yang paling dominan memengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga adalah belanja pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengeluaran pemerintah daerah mampu mendorong konsumsi rumah tangga dan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI