DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PELAKSANAAN GOTONG ROYONG PADA ACARA PERNIKAHAN MASYARAKAT DI DESA GUDANG TENGAH KECAMATAN SUNGAI TABUK, KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:MILA KHODIJAH FAHTA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


Mila Khodijah Fahta, 2026. Pelaksanaan Gotong Royong pada Acara Pernikahan

Masyarakat di Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk,

Kabupaten Banjar. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat.

Pembimbing Cucu Widaty.

 

Kata Kunci: Gotong-Royong, Pernikahan, Masyarakat Banjar

 

Bertahannya tradisi gotong royong dalam pelaksanaan acara pernikahan di

Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar sebagai salah

satu bentuk kearifan lokal yang mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian

sosial, dan solidaritas antarwarga. Perkembangan zaman dan perubahan pola

kehidupan masyarakat berpotensi memengaruhi keberlangsungan tradisi tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gotong royong dalam acara

pernikahan di Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

dan menganalisis faktor-faktor yang mendorong dan menghambat gotong royong

dalam acara pernikahan di desa tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian

deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber

primer dan sekunder terdiri dari 4 informan yang meliputi aparat desa dan 3 orang

masyarakat biasa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,

observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan

Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan,

sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) bentuk gotong royong dalam

acara pernikahan terbagi menjadi tiga yaitu kegiatan sebelum, saat, dan sesudah

acara. Sebelum acara yaitu membersihkan lingkungan, memasang tenda, menata

meja dan kursi, serta menyiapkan alat dan bahan konsumsi. Saat acara yaitu

melayani tamu, mengatur parkir, mengatur konsumsi, serta membersihkan meja dan

peralatan makan. Sesudah acara yaitu membongkar tenda, membersihkan lokasi,

mencuci peralatan, mengembalikan perlengkapan yang dipinjam, serta makan

bersama; (b) faktor-faktor yang mendorong gotong royong meliputi rasa kepedulian

sosial, solidaritas antarwarga, hubungan kekeluargaan, kedekatan bertetangga, adat

istiadat, nilai-nilai keagamaan, serta hubungan timbal balik, sedangkan faktor

penghambatnya antara lain kesibukan pekerjaan, keterbatasan waktu, dan

perubahan pola hidup masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan: (1) masyarakat Desa Gudang

Tengah terus mempertahankan dan melestarikan tradisi gotong royong sebagai

bagian dari kearifan lokal yang memperkuat hubungan sosial antarwarga; dan (2)

pemerintah desa perlu mendukung pelestarian budaya gotong royong melalui

kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat agar tradisi tersebut tetap

terjaga di tengah perkembangan zaman.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI