DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL MELALUI REVITALISASI WISATA SUSUR SUNGAI DI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:GHAITSA ZAHIRA SHOFA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


                                                                    ABSTRAK

Ghaitsa Zahira Shofa, 2026. Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Revitalisasi Wisata Susur Sungai di Kota Banjarmasin. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Muhammad Adhitya Hidayat Putra.

Kata Kunci : Kearifan Lokal, Revitalisasi, Pariwisata, Wisata Susur Sungai

          Sungai merupakan nadi di kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin, namun fungsi tersebut semakin menurun akibat perubahan pola hidup masyarakat yang semakin modern. Hal ini memerlukan upaya pelestarian kearifan lokal melalui wisata susur sungai. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal masyarakat Banjar yang terkandung dalam kegiatan wisata susur sungai di Kota Banjarmasin, (2) Untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan kearifan lokal melalui wisata susur sungai.

          Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria pelaku usaha wisata susur sungai dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Jumlah informan sebanyak 5 orang, terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.

          Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk kearifan lokal melalui revitalisasi wisata susur sungai yaitu penggunaan kelotok sebagai transportasi tradisional, aktivitas masyarakat bantaran sungai, serta keberadaan sungai yang tetap dijadikan sebagai daya tarik wisata. (2) Tantangan pelestarian kearifan lokal melalui revitalisasi wisata susur sungai seperti keterbatasan pengelolaan kelotok yang bersifat pribadi, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sungai, fasilitas yang kurang memadai serta menurunnya keterikatan generasi muda terhadap budaya sungai akibat pengaruh modernisasi.

          Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa upaya pelestarian kearifan lokal melalui revitalisasi wisata susur sungai telah berjalan dengan cukup efektif dengan adanya berbagai strategi yang telah diupayakan, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. oleh karena itu, diperlukan untuk meningkatkan perhatian terhadap pengelolaan wisata susur sungai serta dukungan dari pihak terkait agar upaya pelestarian kearifan lokal melalui revitalisasi wisata susur sungai dapat berjalan lebih maksimal. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI