DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERAN KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHA TANI KAYU MANIS DI KAWASAN PEGUNUNGAN DESA LOKLAHUNG KECAMATAN LOKSADO | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD IQRA RIZKY RAHMATULLAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-30 |
Muhammad Iqra Rizky Rahmatullah, 2026. Peran Kelompok Tani dalam Pengembangan Usaha Tani Kayu Manis di Kawasan Pegunungan Desa Loklahung Kecamatan Loksado. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Alfisyah.
Kata Kunci : Peran, Kelompok Tani, Kayu Manis, Kawasan Pegunungan
Petani kayu manis di Desa Loklahung, Kecamatan Loksado, merupakan pelaku ekonomi di kawasan pegunungan yang mayoritas (90,8%) mengelola lahan secara mandiri. Melalui perkumpulan informal bernama Kelompok Tani Kayu Manis Organik Balai Malaris. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peran kelompok tani dalam pengembangan usaha tani kayu manis di Desa Loklahung, Kecamatan Loksado. (2) Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi kelompok tani dalam pengembangan usaha tani kayu manis di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun informan yang diteliti yaitu anggota dan kontak tani Kelompok Tani kayu manis organik balai Malaris dan Sekretaris Desa sebagai tokoh dalam masyarakat. Perihal tersebut kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data kualitatif dengano kndisi riil di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran petani kayu manis dalam pengembangan usaha tani kayu manis di Desa Loklahung terdiri atas peran aktif, peran partisipatif, dan peran pasif. Peran aktif terlihat melalui keterlibatan petani dalam kegiatan pengolahan sirup kayu manis dan pemasaran hasil olahan. Peran partisipatif terlihat dari adanya kerja sama antarpetani dalam kegiatan panen dan pemasaran produk kayu manis. Sementara itu, peran pasif terlihat dari kegiatan berbagi informasi dan diskusi yang dilakukan secara informal ketika petani bertemu dalam kehidupan sehari-hari. (2) Tantangan yang dihadapi petani dalam pengembangan usaha tani kayu manis meliputi keterbatasan akses dan jarak menuju kebun yang berada di kawasan perbukitan, keterbatasan waktu karena sebagian petani memiliki pekerjaan lain di luar usaha tani kayu manis, serta kendala pemasaran dan regulasi yang menyebabkan akses terhadap bantuan, informasi, dan program pemerintah menjadi terbatas karena petani belum tergabung dalam kelompok tani resmi yang memenuhi persyaratan administratif.
Saran yang diberikan adalah agar petani tetap memelihara kebersamaan sosial tersebut, dan diharapkan pemerintah daerah memberikan dukungan berkelanjutan seperti bantuan modal, pelatihan pengolahan hasil bertenaga modern, pendampingan pemasaran digital, serta perbaikan akses jalan ke lahan pertanian.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI