DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Ketersediaan Hara dan Pertumbuhan Pakcoy pada Vegetasi In Situ dan Pupuk Kandang di Sistem Rakit Apung di Rawa Lebak
PENGARANG:RYAN YURDANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


RYAN YURDANI. 2026. Ketersediaan Hara dan Pertumbuhan Pakcoy pada Vegetasi In Situ dan Pupuk Kandang di Sistem Rakit Apung di Rawa Lebak. Prof. Akhmad Rizalli Saidy, S.P., M.Ag.Sc., Ph.D.; Dr. Joko Purnomo, S.P., M.P. Sistem pertanian terapung merupakan solusi adaptif untuk produksi tanaman di lahan rawa lebak yang mengalami genangan berkepanjangan, dengan memanfaatkan biomassa vegetasi perairan terdekomposisi sebagai media tanam. Keberhasilan sistem ini sangat ditentukan oleh kemampuan bahan organik dalam menyediakan hara tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi ketersediaan nitrogen dan fosfor dari tiga jenis vegetasi perairan, yaitu Eichhornia crassipes (Eceng Gondok), Pistia stratiotes (Kayu apu), dan Neptunia plena (Susupan Gunung), dengan dan tanpa penambahan amelioran organik, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi biomassa tanaman pada sistem pertanian terapung. Bahan vegetasi diinkubasi pada rakit terapung selama satu minggu, baik tanpa perlakuan maupun dengan penambahan kotoran sapi atau kotoran ayam. Setelah masa inkubasi, dilakukan analisis pH, amonium (NH??), nitrat (NO??), dan fosfor tersedia. Selanjutnya, bibit sawi (Brassica rapa var. chinensis) umur tiga minggu dipindahkan ke media tanam yang telah disiapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kotoran ayam secara nyata meningkatkan ketersediaan NH?? sebesar 4–53%, NO?? sebesar 22–123%, dan fosfor tersedia sebesar 98–672%, sedangkan kotoran sapi memberikan peningkatan yang lebih moderat, masing-masing sebesar 2–37% (NH??), 5–43% (NO??), dan 9–94% (fosfor tersedia). Tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan bobot kering batang berbeda nyata antarjenis vegetasi perairan yang digunakan sebagai media tanam. Secara umum, kemampuan media tanam dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman meningkat dengan urutan E. crassipes < P. stratiotes < N. plena. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan jenis vegetasi perairan dan amelioran organik yang tepat berperan penting dalam meningkatkan ketersediaan hara dan kinerja tanaman, sehingga mendukung pengembangan sistem pertanian terapung yang berkelanjutan di lahan rawa lebak.

 

Kata Kunci: Sistem pertanian terapung; vegetasi perairan; amelioran organik; ketersediaan hara; rawa lebak; Brassica rapa var. chinensis; pertanian berkelanjutan

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI