DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Nilai Tambah Usaha Kerupuk Ubi Kayu Di Desa Bamban Utara Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Studi Kasus Kerupuk Ubi Kayu Produksi Bapak Hilal Najemi)
PENGARANG:DITA MUDYA SAFIRA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli 2025 sampai selesai mulai dari persiapan, pengumpulan data, sampai dengan penyusunan laporan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Dimana data primer diperoleh dari metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara langsung kepada pemilik Usaha Kerupuk Ubi Kayu Produksi Bapak Hilal Najemi. Data sekunder dikumpulkan dari buku, jurnal penelitian, dan Dinas-dinas terkait yaitu Dinas Pertanian dan ketahanan pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan juga Dinas Badan Pusat Statistik. Dari hasil penelitian, bahan baku utama yang digunakan dalam proses poduksi yaitu ubi kayu. Produk olahan hasil produksi usaha ubi kayu produksi Bapak Hilal Najemi berupa produk kerupuk ubi kayu yang dijual per Kg. Kerupuk ubi kayu per kg di jual seharga Rp 20.000 per 1 Kg untuk di jual grosir dan Rp 25.000 untuk diual ke konsumen. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh Usaha Kerupuk Ubi Kayu Produksi Bapak Hilal Najemi per produksi pada bulan Juli 2025 yaitu sebesar Rp 2.423.378. Jumlah penerimaan sebesar Rp 2.520.000 dengan keuntungan sebesar Rp 96.622. Berdasarkan hasil penelitian nilai tambah Kerupuk Ubi Kayu yang diperoleh dari grosir sebesar Rp 2.893/kg dengan harga jual Rp 20.000/kg sedangkan yang diperoleh dari konsumen sebesar Rp 4.893 dengan harga jual Rp 25.000/kg. Nilai tambah tersebut menujukkan bahwa proses pengolahan ubi kayu menjadi Kerupuk Ubi Kayumampu meningkatkan nilai ekonomi. Permasalahan yang dihadapi oleh industri kecil Kerupuk Ubi Kayumeliputi tingginya harga ubi kayu dan kenaikan harga bahan penolong yang sulit di tebak dan upah biaya tenaga kerja yang banyak tentunya menyebabkan biaya produksi meningkat sehingga mempengaruhi margin keuntungan, keterbatasan modal usaha, kendala cuaca pada proses penjemuran, tidak memperbaharui data pada dinas terkait dan hilangnya beberapa dokumen penting, serta pemasaran produk yang masih terbatas. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan pada Usaha Kerupuk Ubi Kayu Produksi Bapak Hilal Najemi dapat disarankan bahwa pemilik usaha diharapkan dapat meningkatkan efesiensi biaya produksi dan mempertahankan kualitas produk agar penerimaan dan keuntungan usaha tetap meningkat, dapat mempertahankan dan meningkatkan nilai tambah produk dengan cara memperluas pemasaran baik secara langsung maupun media sosial. Pemilik usaha juga diharapkan dapat melakukan mencari harga bahan baku dan penolong dengan harga yang lebih terjangkau, mengurangi tenaga kerja atau mengurangi upah tenaga kerja, melakukan pebaharuan pada data usaha pada dinas terkait serta mengurus kembali surat-surat yang hilang agar legalitas usaha tetap terjaga.   

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI