DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS BEBAN KERJA PEMANEN SAWIT MENGGUNAKAN METODE FTE (FULL TIME EQUIEVALENT) PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI HANDIL BIRAYANG BAWAH, KECAMATAN BUMI MAKMUR, KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN.
PENGARANG:BAGUS HERMAWAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


BAGUS HERMAWAN. Analisis Beban Kerja Pemanen Sawit Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE), di bawah bimbingan Dr. Ir. Arief RM Akbar. M.Si. IPU. selaku dosen pembimbing I dan bapak Agung Cahyo Legowo, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing II.

Kegiatan pemanenan kelapa sawit merupakan pekerjaan fisik dengan intensitas tinggi yang memiliki risiko kelelahan kerja cukup besar. Ketidaksesuaian alokasi beban kerja dengan kapasitas pekerja dapat menurunkan produktivitas dan memicu stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja fisik yang diterima oleh para pemanen sawit di perkebunan rakyat Handil Birayang Bawah serta menentukan jumlah tenaga kerja yang optimal berdasarkan analisis metode Full Time Equivalent (FTE). 

Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Mei 2026 dengan mengamati 5 orang tenaga pemanen sebagai sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung di lapangan menggunakan metode stopwatch time study untuk mengukur durasi waktu kerja produktif dan tidak produktif harian. Faktor kelonggaran (allowance) pekerja ditetapkan sebesar 20% merujuk pada standar International Labour Organization (ILO). 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu kerja para pemanen didominasi oleh aktivitas produktif dengan rata-rata sebesar 83,8% (388 menit/hari), sedangkan waktu tidak produktif rata-rata sebesar 16,2% (75 menit/hari). Berdasarkan analisis beban kerja fisik, total beban kerja kelima pemanen selama periode pengamatan mencapai 535.450,2 menit dengan rata-rata individu sebesar 107.090,0 menit. Hasil perhitungan nilai indeks FTE untuk seluruh responden berada pada rentang nilai 1,00 hingga 1,02, yang secara konsisten mengindikasikan bahwa seluruh pemanen berada dalam kategori beban kerja normal (fit). Secara akumulatif, nilai total indeks FTE kelompok adalah sebesar 5,4. Hal ini membuktikan bahwa jumlah tenaga kerja yang ada saat ini (5 orang) sudah sangat ideal, optimal, dan efisien untuk menyelesaikan volume pekerjaan pemanenan di luasan lahan 30 hektar tersebut.Solusi utama pengembangan unit ini bukan penambahan tenaga kerja baru, melainkan optimasi metode kerja seperti perbaikan jalur panen dan penyediaan alat bantu yang lebih ergonomis guna menekan waktu non-produktif serta menjaga stabilitas fisik pekerja.

Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Full Time Equivalent (FTE), Kelapa Sawit, Pemanen, Time Study.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI