DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | DAMPAK PENGEMBANGAN FOOD ESTATE PADI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI DI KABUPATEN KAPUAS | |
| PENGARANG | : | ILMAN TAUFIQ PERDANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-30 |
Proyeksi lonjakan penduduk Indonesia menjadi 306 juta jiwa pada tahun 2035 memicu risiko krisis pangan, sehingga pemerintah mengembangkan food estate sebagai Program Strategis Nasional (2020-2024) di Kabupaten Kapuas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pengembangan kawasan Food Estate terhadap pendapatan usahatani padi dan persepsi petani terhadap pengembangan kawasan Food Estate yang dilaksanakan dari Maret – Juni 2026. Responden terdiri atas 52 petani di dalam kawasan (acak sederhana) dan 8 petani di luar kawasan (sensus). Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan, regresi linier berganda, dan skala Likert. Hasil menunjukkan usahatani di dalam kawasan lebih menguntungkan dengan rata-rata pendapatan Rp39.353.818/Ha, dibanding luar kawasan sebesar Rp21.418.533/Ha. Uji simultan membuktikan model regresi sangat layak (F-hitung = 17,058; Sig. 0,000) dengan Adjusted R-Square 58,0%. Secara parsial, status kawasan, curahan Tenaga Kerja Dalam Keluarga (TKDK), lama pendidikan formal, dan intensitas pupuk berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Sebaliknya, Tenaga Kerja Luar Keluarga (TKLK) tidak berpengaruh signifikan akibat substitusi oleh mekanisasi pertanian. Intervensi pemerintah melalui program pengembangan kawasan Food Estate melalui bantuan saprodi, pendidikan petani dan perbaikan infrastruktur pertanian terbukti berhasil dalam meningkatkan efisiensi produksi dan indeks penanaman menjadi 2 – 3 kali setahun yang secara langsung meningkatkan pendapatan usahatani padi petani di Kabupaten Kapuas. Hasil evaluasi persepsi menunjukkan petani “cukup setuju” dengan merespon sangat positif terhadap efektivitas Alsintan, kepastian status lahan (SHM), kemudahan akses bantuan saprodi, serta kinerja kelompok tani dan PPL. Namun, petani merespons negatif terhadap ketidakandalan irigasi, keasaman tanah, hama burung manyar, ketiadaan jaminan harga jual gabah, ketidakstabilan pendapatan, serta dampak ekologis yang belum termitigasi dengan baik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI