DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) PADA USAHATANI HIDROPONIK "BERKATBANUAFARM"
PENGARANG:KARTIKA SARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-30


KARTIKA SARI. Analisis Business Model Canvas (BMC) pada Usahatani Hidroponik “Berkatbanuafarm” dibimbimbing oleh Luki Anjardiani dan Muzdalifah.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis dan kinerja finansial usahatani hidroponik Berkatbanuafarm di Kota Banjarbaru menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Penelitian dilaksanakan pada Maret 2025 hingga Mei 2026 dengan metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pemilik usaha serta 10 orang konsumen yang dipilih secara purposive.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berkatbanuafarm merupakan usaha hidroponik skala rumahan yang membudidayakan sayuran selada dan pakcoy. Berdasarkan analisis Business Model Canvas, usaha ini memiliki segmentasi pelanggan yang terdiri atas pelanggan Business to Business (B2B), seperti supplier, toko sayur, dan katering, serta pelanggan Business to Consumer (B2C), seperti konsumen rumah tangga. Nilai utama yang ditawarkan berupa produk yang segar, higienis, bebas pestisida, layanan antar, garansi produk, serta sistem pengemasan individual yang mampu mempertahankan kualitas sayuran.

Saluran pemasaran yang digunakan meliputi WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Hubungan pelanggan dibangun melalui komunikasi personal, pelayanan yang responsif, serta sistem pre-order. Sumber pendapatan berasal dari penjualan sayuran hidroponik dan jasa pembuatan instalasi hidroponik. Sumber daya utama usaha meliputi instalasi hidroponik, modal, tenaga kerja, jaringan internet, dan basis data pelanggan. Aktivitas utama mencakup proses produksi, pemasaran digital, dan pelayanan konsumen, sedangkan kemitraan dijalin dengan komunitas hidroponik serta pemasok sarana produksi.

Analisis terhadap setiap elemen BMC menunjukkan bahwa kekuatan utama Berkatbanuafarm terletak pada proposisi nilai dan hubungan pelanggan, sedangkan kelemahan utamanya terdapat pada keterbatasan kapasitas produksi, pemasaran digital yang belum optimal, serta tingginya biaya operasional. Hubungan antar elemen BMC membentuk sistem bisnis yang saling mendukung dalam menciptakan nilai dan mempertahankan keberlanjutan usaha.

Dari aspek finansial, total biaya tetap yang dikeluarkan selama periode Mei–Juli 2025 sebesar Rp1.967.381,25 dan biaya variabel sebesar Rp6.111.000,00, sehingga total biaya produksi mencapai Rp8.078.381,25. Total penerimaan usaha sebesar Rp11.640.000,00 yang berasal dari penjualan sayuran dan jasa instalasi hidroponik. Berdasarkan selisih antara penerimaan dan total biaya, diperoleh keuntungan sebesar Rp3.561.618,75 selama periode penelitian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usahatani hidroponik Berkatbanuafarm mampu memberikan keuntungan dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan pasar, serta penguatan strategi pemasaran.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI