DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Persepsi dan Adopsi Inovasi Penggunaan Bubur California Pada Petani Tanaman Jeruk Siam Banjar (Citrus nobilis) Di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | HUJJATUN SEPTINAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-07-31 |
Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis karakteristik sosial ekonomi petani tanaman jeruk siam, menganalisis persepsi petani terhadap karakteristik inovasi bubur California, dan menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani dan persepsi petani terhadap keputusan adopsi inovasi penggunaan bubur California pada tanaman jeruk siam di Kabupaten Barito Kuala.
Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 90 petani responden yang tersebar di tiga kecamatan dengan luas tanam jeruk siam terbesar, yaitu Kecamatan Belawang, Barambai, dan Mandastana. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk mengkaji karakteristik sosial ekonomi petani, skoring skala Likert untuk mengukur tingkat persepsi berdasarkan lima karakteristik inovasi, serta model regresi logistik biner (logit) untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan adopsi petani.
Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap setiap karakteristik inovasi bubur california pada tanaman jeruk siam rata-rata pada kategori yang tinggi dengan rincian 79% petani memiliki persepsi bahwa inovasi bubur california adalah memberikan keuntungan relatif pada petani, 74% petani memiliki persepsi bahwa inovasi bubur california adalah sesuai dengan norma dan budaya petani, 56% petani memiliki persepsi bahwa inovasi bubur californi tidak rumit diaplikasikan, dan 80% petani memiliki persepsi bahwa inovasi bubur california mudah dicoba, dan 77% petani memiliki persepsi bahwa inovasi bubur california mudah untuk diobservasi. Kesepuluh variabel independen (usia petani, tingkat pendidikan formal, total pendapatan, luas lahan, pengalaman bertani, relative advantages (keuntungan relatif), compatibility (tingkat kesesuaian), complexity (tingkat kerumitan), trialability (tingkat kemudahan dicoba), dan observability (tingkat kemudahan diobservasi) secara simultan berpengaruh terhadap keputusan adopsi inovasi bubur california pada petani di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan hanya 5 variabel independen yang signifikan berpengaruh secara parsial terhadap keputusan adopsi bubur california pada petani yakni tingkat pendidikan formal, keuntungan relatif (relative advantages), tingkat kerumitan (complexity), tingkat kemudahan dicoba (trialability), dan tingkat kemudahan untuk diobservasi (observability)
Kata kunci: persepsi, adopsi inovasi, bubur California, jeruk siam Banjar, regresi logistik, Kabupaten Barito Kuala.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI