DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pertumbuhan dan Produksi Rumput Pakchong yang Diberi Pupuk Organik Fermentasi Menggunakan Trichoderma Spp. Pada Pemotongan Kedua
PENGARANG:LISTIANI WILYA HAKIMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-07-31


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik fermentasi yang diperkaya dengan Trichoderma spp. terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Pakchong pada pemotongan kedua. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Rukun Jaya Makmur, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta di Laboratorium Nutrisi Ternak dan Makanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, pada November 2025 hingga Juni 2026. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (5 ton/ha), P2 (10 ton/ha), P3 (15 ton/ha), dan P4 (20 ton/ha), yang masing-masing diulang sebanyak empat kali. Variabel yang diamati meliputi jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang daun, produksi bahan segar, dan produksi bahan kering pada umur 30 hari setelah pemotongan pertama. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik fermentasi menggunakan Trichoderma spp. memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah anakan, panjang daun, dan produksi bahan segar, serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman. Sebaliknya, perlakuan tersebut tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap produksi bahan kering. Perlakuan P4 (20 ton/ha) menghasilkan respons pertumbuhan terbaik dengan rata-rata jumlah anakan 9,56 batang, tinggi tanaman 209,68 cm, panjang daun 100,35 cm, dan produksi bahan segar 7,15 kg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk organik fermentasi berbahan dasar feses sapi menggunakan Trichoderma spp. mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif rumput Pakchong yang ditunjukkan oleh peningkatan jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang daun, serta produksi bahan segar pada pemotongan kedua. Namun demikian, perlakuan tersebut belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi bahan kering.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI