DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRARANCANGAN PABRIK PENTAERITRITOL DARI ASETALDEHID, FORMALDEHID DAN NATRIUM HIDROKSIDA DENGAN PROSES ALDOL - CANNIZARO KAPASITAS 8.000 TON/TAHUNv | |
| PENGARANG | : | ELVIN DWI RAHMAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-03 |
Pentaeritritol adalah senyawa polyhydric alcohol berbentuk kristal putih yang digunakan
sebagai bahan baku utama dalam pembuatan resin alkid, ester resin, pelumas sintetis, produk
farmasi, hingga bahan peledak jenis PETN (pentaerythritol tetranitrate). Dalam industri cat dan
pelapis, pentaeritritol digunakan secara luas dalam produksi resin alkid (sekitar 70% dari distribusi
penggunaan) untuk memberikan daya tahan dan kualitas lapisan yang baik. Konsumsi pentaeritritol
di Indonesia hingga saat ini masih sepenuhnya bergantung pada impor karena belum adanya pabrik
domestik yang memproduksi bahan ini. Melihat potensi strategis tersebut, pembangunan pabrik
pentaeritritol di Indonesia menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan impor,
menambah devisa negara, serta menciptakan lapangan kerja baru. Senyawa ini diproduksi melalui
reaksi Aldol-Cannizzaro antara asetaldehid dan formaldehid dengan bantuan media alkali natrium
hidroksida.
Reaksi ini berlangsung pada Reaktor Tangki Berpengaduk pada suhu 30°C dan tekanan 1
atm dengan rasio mol formaldehid, asetaldehid, dan natrium hidroksida sebesar 5:1:1,5. Reaksi
berlangsung secara eksotermis, sehingga suhu dijaga isotermal menggunakan jaket pendingin pada
reaktor. Proses ini menghasilkan konversi reaksi sebesar 90% dengan kemurnian produk akhir
mencapai 99%. Dengan kapasitas produksi 8.000 ton/tahun, pabrik ini dirancang untuk memenuhi
kebutuhan pasar nasional maupun internasional dan mengurangi ketergantungan impor. Bahan baku
utama yang digunakan dalam pembuatan pentaeritritol meliputi formaldehid 37% sebanyak
1.318,4521 kg/jam, asetaldehid 99,8% sebanyak 386,8765 kg/jam, natrium hidroksida 50%
sebanyak 526,9374 kg/jam dan asam format 85% sebagai bahan pendukung netralisasi sebanyak
242,5116 kg/jam. Pabrik beroperasi selama 330 hari per tahun. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan
pabrik ini berada di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten dengan luas 43.896 m2.
Kebutuhan air utilitas diambil dari Sungai Ciujung sebanyak 55.709,030 kg/jam. Tenaga kerja yang
dibutuhkan sebanyak 140 orang dan bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan
sistem organisasi garis dan staf.
Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik Pentaeritritol di atas,
dibutuhkan modal investasi sebesar Rp 593.555.447.358. Total biaya produksi (TPC) yaitu sebesar
Rp 679.686.995.077 dengan total hasil penjualan produk sebesar Rp 794.019.529.223. Keuntungan
yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 74.774.443.869
dan sesudah pajak sebesar Rp 48.603.388.500. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi
didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 13%, Pay Out Time (POT)
sesudah pajak selama 4,75 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 43% dan Shut
Down Point (SDP) sebesar 22%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa
dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa Prarancangan Pabrik Pentaeritritol dari Asetaldehid, Formaldehid, dan Natrium
Hidroksida dengan proses Aldol-Cannizzaro Kapasitas 8.000 Ton/Tahun layak untuk dioperasikan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI