DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Prarancangan Pabrik Isobutil Asetat dari Isobutanol dan Asam Asetat dengan Proses Esterifikasi Kapasitas Produksi 7.000 Ton/Tahun | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD AIN NUR RAHMAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-03 |
Isobutil Asetat (IBA) erupakan senyawa ester yang banyak dimanfaatkan sebagai pelarut (solvent) dalam berbagai sektor industri, seperti industri cat, pelapis (coating), tinta cetak, perekat, kosmetik, serta bahan pembersih karena memiliki daya larut yang baik, laju penguapan sedang, dan aroma yang relatif ringan. Kebutuhan isobutil asetat di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya industri manufaktur, sementara pemenuhannya masih didominasi oleh produk impor akibat belum tersedianya fasilitas produksi dalam negeri dengan kapasitas komersial. Oleh karena itu, pembangunan pabrik isobutil asetat di Indonesia menjadi salah satu upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus meningkatkan nilai tambah industri petrokimia nasional. Isobutil asetat diproduksi melalui reaksi esterifikasi antara asam asetat dan isobutanol dengan menggunakan katalis asam sulfat.
Proses esterifikasi dilakukan di dalam Reaktor Tangki Berpengaduk (RTB) yang dioperasikan pada suhu 120°C dan tekanan 1 atm dengan perbandingan mol umpan asam asetat terhadap isobutanol sebesar 1:1,2. Reaksi berlangsung secara endotermis sehingga memerlukan suplai panas berupa steam untuk mempertahankan kondisi operasi. Produk utama yang dihasilkan berupa isobutil asetat dengan konversi reaksi sebesar 99,5% dan tingkat kemurnian mencapai 99,8%. Pabrik dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 7.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari per tahun. Kebutuhan bahan baku meliputi isobutanol sebanyak 728,4621 kg/jam dan asam asetat sebanyak 491,8035 kg/jam. Lokasi pabrik direncanakan berada di Kawasan Industri Kariangau, Balikpapan, dengan luas lahan sekitar 3.900 m². Kebutuhan air utilitas dipenuhi dari Sungai Wain sebesar 20.994,1213 kg/jam. Pabrik memerlukan tenaga kerja sebanyak 90 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) dan menerapkan struktur organisasi garis dan staf.
Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik IBA di atas dibutuhkan modal tetap sebesar Rp36.415.288.930,3 sedangkan untuk modal kerja sebesar Rp74.115.805.188,28. Total manufacturing cost yaitu sebesar Rp251.026.171.300,23. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi yaitu sebesar Rp279.192.753.307,82 dengan total harga jual produk sebesar Rp Rp301.000.000.000. Keuntungan yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp17.947.645.332,23 dan sesudah pajak sebesar Rp13.460.733.999,17. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik IBA didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 37%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak selama 2,13 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 54,38% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 30,27%. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI