DIGITAL LIBRARY



JUDUL:APLIKASI BIOARANG SEKAM YANG DIAKTIVASI TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH ULTISOLS
PENGARANG:MELDY FINASTOARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-03


UltisolsdiIndonesiamerupakansalahsatujenistanahyangbanyaktersebardiIndonesia45.794.000hektaratausekitar25%dariluasdaratannegara. Ultisols umumnya memiliki masalah yaitu kejenuhanbasayangrendahakibatdominasiionH?danAl³?padakomplekspertukarantanah.TingginyakandunganAlyangdapatdipertukarkantidakhanyameningkatkantingkatkemasaman,tapijugabersifattoksikterhadaptanamankarenadapatmenghambatpertumbuhanakar,menurunkankemampuanakarmenyerapairdanunsurhara,sertamengurangipertumbuhandanproduktivitastanaman dan kandungan P yang sulit tersediasehingga memerlukan amelioran untuk memperbaiki sifat kimianya. Salahsatucarauntukmeningkatkanstatus kimia tanah diUltisolsadalahdenganpengaplikasianbahanorganiksepertibioarangsekam. Upaya untuk meningkatkan kinerja dari bioarang sekam diperlukan aktivasi yangbertujuanuntukmeningkatkanluaspermukaanspesifikdanvolumeporimelaluipembentukanpori-poribarusertapengembanganporiyangtelahterbentukselamaproseskarbonisasi.Selainitu,aktivasijugadapatmemodifikasisifatkimiapermukaanCsehinggaberpengaruhterhadapkarakteristikdankemampuanadsorpsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh bioarang sekam tanpa aktivasi dan bioarang sekam yang diaktivasi menggunakan KOH terhadap pH, Al-dd, dan P-tersedia tanah Ultisols.

Penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu bioarang sekam tanpa aktivasi dan bioarang sekam aktivasi KOH dengan dosis 10 t ha?¹, masing-masing diulang sebanyak 12 kali. SampeltanahdiambildiGunungKupang,KecamatanCempakaKotaBanjarbaru yang kemudian disadai dikeringanginkan. Inkubasi dilakukan di Rumah Kaca Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat selama empat minggu, kemudian dianalisis terhadap pH tanah, Al-dd, dan P-tersedia. Untuk menentukan perbedaan secara statistik, data dianalisis menggunakan uji-F dan uji-t tidak berpasangan pada taraf kepercayaan 95%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioarang sekam aktivasi memberikan perbaikan sifat kimia tanah yang lebih baik dibandingkan bioarang sekam tanpa aktivasi. Nilai pH tanah menunjukan perbedaan nilai pH yaitu pada bioarang sekam tanpa aktivasi menghasilkan nilai pH sebesar 5,28. Sedangkan pemberian bioarang sekam aktivasi menghasilkan nilai pH sebesar 5,55. Pada parameter Al-dd bioarang sekam tanpa aktivasi menghasilkan nilai 1,01 cmol (+)kg-1. Sedangkan nilai Al-dd pemberian bioarang sekam aktivasi menjadi 0,87 cmol (+)kg-1. Selain itu, nilai P-tersedia dari pemberian bioarang sekam tanpa aktivasi dan bioarang sekam aktivasi menghasilkan nilai perbedaan yaitu, pemberian bioarang sekam tanpa aktivasi menghasilkan nilai 1,31 mg kg-1. Sedangkan pemberian arang sekam aktivasi menghasilkan nilai 1,63 mg kg-1. Peningkatan tersebut berkaitan dengan kemampuan bioarang aktivasi dalam meningkatkan pH tanah, menurunkan kelarutan Al, serta mengurangi fiksasi P. Dengan demikian, aktivasi bioarang sekam menggunakan KOH berpotensi meningkatkan efektivitas bioarang sebagai amelioran dalam memperbaiki sifat kimia tanah Ultisols.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI