DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengembangan Kemasan Cerdas Berbasis Kitosan dan Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) untuk Monitoring Kesegaran dan Memperpanjang Umur Simpan Daging Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) | |
| PENGARANG | : | RISA SYALINA ZAHRO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-03 |
Penelitian ini bertujuan mengembangkan kemasan cerdas berbasis kitosan (KT) dan ekstrak kulit buah naga (KBN) untuk memperpanjang umur simpan ikan patin (Pangasius hypophthalmus) sekaligus berfungsi sebagai indikator visual perubahan kesegaran. Permasalahan dalam penyimpanan ikan segar adalah tingginya laju pembusukan akibat degradasi protein yang menyebabkan peningkatan pH akibat pembentukan senyawa basa volatil. Penelitian dilakukan meliputi pembuatan kemasan dengan menggunakan variasi volume ekstrak KBN (0, 5, 10, 15, dan 20 mL), uji sensitivitas warna kemasan KT-ekstrak KBN (pH 1-12), uji ketebalan kemasan, pengujian untuk identifikasi gugus fungsi spesifik antar komponen yang terjadi akibat penambahan ekstrak sebagai bahan aktif menggunakan instrumen FTIR-ATR, dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Aplikasi kemasan dilakukan pada daging ikan patin yang disimpan pada suhu 2°C selama 28 hari dengan evaluasi parameter pH, Total Volatile Base Nitrogen (TVB-N), dan perubahan warna indikator film. Analisis FTIR-ATR meindikasikan adanya interaksi ikatan hidrogen antarmolekul dari gugus amina pada matriks kitosan dan hidroksil pada komponen ekstrak KBN, uji antioksidan menghasilkan nilai IC?? sebesar 4.177 ppm. Uji sensitivitas pH (1-12) menunjukkan transisi warna kontras dari merah muda menjadi kuning kehijauan pada pH 11-12 (ΔE > 50). Pada aplikasi produk, sampel kontrol mengalami pembusukan sejak hari ke-14 (pH 8,04; TVB-N 89,25 mgN/100 g). Sebaliknya, kemasan aktif efektif menjaga kualitas ikan hingga hari ke-28 dengan nilai pH kemasan KT sebesar 7,68 dan kemasan KT-Ekstrak KBN sebesar 7,12. Proteksi optimal ditunjukkan oleh kemasan KT dan KT-Ekstrak KBN yang mampu menekan kadar TVB-N tetap berada pada angka 5,78 mgN/100 g, yang berada pada klasifikasi sangat segar (<10 mgN/100 g). Warna film indikator mampu memberikan respons visual yang sinkron dengan tingkat kesegaran daging ikan patin. Selama penyimpanan hari ke-0 hingga ke-7, film tetap berwarna kuning kemerahan dengan kadar TVB-N sebesar 5,48 dan 11,15 mgN/100g. Warna tersebut kemudian berubah menjadi kuning kehijauan pada hari ke-14 hingga ke-28, sejalan dengan peningkatan kadar TVB-N menjadi 89,25; 164,65; dan 80,93 mgN/100g. Dengan demikian, film berbasis KT-ekstrak KBN berpotensi besar dikembangkan sebagai kemasan cerdas ramah lingkungan yang efektif memperpanjang umur simpan dan memberikan informasi visual kesegaran daging ikan patin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI