DIGITAL LIBRARY



JUDUL:SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIOCHAR TERMODIFIKASI Fe3O4 DARI KULIT SAGU (Metroxylon sagu) DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN METILEN BIRU
PENGARANG:FETI MAULIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-03


Kulit sagu yang merupakan salah satu sumber limbah mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa berpotensi sebagai sumber karbon melalui proses pirolisis. Kinerja karbon dapat ditingkatkan dengan modifikasi komposit magnetit. Magnetit biochar memiliki kandungan karbon yang tinggi, luas permukaan yang besar, dan pemisahan magnetit yang baik, sehingga membuatnya dapat efektif digunakan sebagai adsorben zat warna metilen biru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensintesis komposit magnetit biochar dari limbah kulit sagu menggunakan metode kopresipitasi serta aplikasinya sebagai adsorben zat warna metilen biru. Berdasarkan uji kemagnetan menggunakan medan magnet menunjukkan bahwa komposit magnetit telah terbentuk. Data spektra FTIR menunjukkan adanya perubahan intensitas sebelum dan sesudah modifikasi yang mengindikasikan adanya perubahan karakteristik material. Serapan khas Fe-O yang muncul pada bilangan gelombang 500-544 cm-1 mengindikasikan adanya kandungan besi oksida yang telah terbentuk setelah dilakukannya proses sintesis yang menandakan bahwa sintesis telah berhasil. Karakterisasi SAA menunjukkan peningkatan luas permukaan dan volume pori yang mengindikasikan peningkatan kapasitas adsorpsi pada material.Luas permukaan pada material biochar, MB1, MB2, dan MB3 secara berturut-turut sebesar 64,4606 m2/g; 143,9939 m2/g; 168,1035 m2/g; 169,5964 m2/g. Volume pori pada material juga mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya variasi massa yang digunakan. Volume pori pada material biochar, MB1, MB2, dan MB3 secara berturut-turut sebesar 0,0375 cm3/g ;0,0830 cm3/g; 0,0941 cm3/g; 0,0962 cm3/g.Material MB3 menunjukkan selektivitas terbaik dalam adsorpsi metilen biru yang ditandai pada grafik adsorpsi isoterm MB3 yang mengikuti model persamaan SIPS, dimana model tersebut lebih mengikuti model Langmuir (monolayer pada konsentrasi tinggi) dan akan mengikuti model Freundlich (multilayer pada konsentrasi rendah).

Kata kunci: sagu, pirolisis, magnetit, adsorpsi, metilen biru

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI