DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Risiko Operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Telang Kabupaten Hulu Sungai Tengah
PENGARANG:DELA KURNIA WATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-03


Peningkatan aktivitas penduduk dan ekonomi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyebabkan peningkatan timbulan sampah yang belum diimbangi dengan sistem pengolahan yang optimal. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Telang direncanakan untuk mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dan kompos, namun fasilitas ini masih dalam tahap perencanaan sehingga berpotensi menimbulkan risiko operasional pada saat beroperasi nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko dan menentukan pengendalian risiko kegiatan operasional TPST Desa Telang. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) yang diintegrasikan dengan Risk Matrix 5x5, dilanjutkan dengan Root Cause Analysis (RCA) menggunakan pendekatan 5-Why, serta divalidasi melalui expert judgment. Hasil penelitian mengidentifikasi 28 risiko pada unit-unit proses utama dan 6 risiko pada unit penyimpanan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dengan total 34 risiko operasional. Seluruh risiko pada proses utama (100%) berada pada zona sedang (hijau) berdasarkan Risk Matrix, dengan 23 risiko berkategori prioritas utama (RPN 101-200). Risk Priority Number (RPN) tertinggi diperoleh pada keausan screw press (170,7) dan pengeringan tidak merata pada rotary dryer (158,5). Unit penyimpanan limbah B3 menunjukkan tingkat kesesuaian terhadap PP 22/2021 dan Permen LHK 6/2021 sebesar 59,1%, dengan risiko tertinggi berupa masa simpan limbah yang melebihi batas waktu (RPN 210). Analisis RCA mengungkap bahwa akar penyebab utama risiko adalah belum tersedianya data karakterisasi sampah lokal dan belum disepakatinya standar kualitas RDF dengan calon pembeli. Sebanyak 28 rekomendasi pengendalian risiko disusun, didominasi oleh tindakan preventif (85,7%), meliputi studi karakterisasi sampah, revisi spesifikasi teknis alat, penyusunan standar kualitas RDF, penyusunan SOP operasional dan K3, serta revisi desain dan kelengkapan dokumen unit penyimpanan limbah B3. Seluruh hasil analisis telah divalidasi dengan tingkat persetujuan 100% dari ahli, sehingga dinyatakan valid dan dapat menjadi acuan bagi perbaikan desain dan kesiapan operasional TPST Desa Telang sebelum dioperasikan.

 

Kata kunci: TPST, risiko operasional, FMEA, Risk Matrix, Root Cause Analysis, limbah B3.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI