DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENJUAL TAPAI GUMBILI DAN TAPAI LAKATAN KHAS GAMBUT SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI KERAKYATAN
PENGARANG:RABIATUL ADAWIYAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


Rabiatul Adawiyah. 2026. Penjual Tapai Gumbili Dan Tapai Lakatan Khas Gambut Sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Muhammad Adhitya Hidayat Putra. 

Kata kunci: Tapai Gumbili, Tapai Lakatan, Eksistensi, Ekonomi 

Tapai gumbili dan tapai lakatan khas Gambut adalah contoh nyata dari eksistensi usaha lokal yang berakar pada tradisi sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya daerah. Keberadaannya tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi bagi para UMKM, tetapi juga menjaga warisan kuliner khas Gambut yang telah dikenal oleh masyarakat. Sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, penjual tapai gumbili dan tapai lakatan khas Gambut memiliki berbagai penghambat dalam menjaga eksistensinya. Adapun penghambat ini seperti persaingan dengan makanan modern, produk yang tidak tahan lama, kenaikan harga bahan baku, promosi yang masih terbatas dan ekonomi masyakarat yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk menjelaskan cara penjual tapai gumbili dan tapai lakatan khas Gambut menjaga eksistensinya; (2) untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam mempertahankan eksistensi tapai gumbili dan tapai lakatan khas Gambut. 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data ditentukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 9 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dengan para penjual tapai gumbili dan tapai lakatan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengujian data keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual tapai gumbili dan tapai gambut dalam mempertahankan eksistensinya menunjukkan adanya kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan sosial dan ekonomi. Adapun faktor pendukung dalam mempertahankan eksistensinya yaitu kualitas produk yang terjaga, loyalitas pelanggan, cita rasa yang khas dan nilai budaya, dan pemanfaatan sosial media. Faktor penghambat dalam menjaga eksistensinya yaitu persaingan dengan makanan modern, produk yang tidak tahan lama, kenaikan harga bahan baku, promosi yang masih terbatas dan ekonomi masyarakat. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi pejual tapai gumbili dan tapai lakatan khas Gambut untuk terus menjaga kualitas dan cita rasa. Untuk pemerintah diharapkan memberikan dukungan untuk penjual tapai dengan pelatihan ataupun bantuan. Bagi masyarakat diharapkan untuk terus mendukung dan mencintai produk lokal.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI