DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PETERNAK KERBAU RAWA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI: STUDI KASUS DI DESA BARARAWA KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2017-2024
PENGARANG:NEZA SYARIF KHAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-04


Aktivitas peternakan kerbau rawa (hadangan) merupakan pilar ekonomi di wilayah lahan basah Desa Bararawa, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Namun, keberlangsungan usahanya tidak lepas dari masalah kelangkaan pakan, wabah penyakit, dan pencemaran lingkungan yang merugikan peternak. Penelitian ini bertujuan menjelaskan sistem pemeliharaan kerbau rawa, menganalisis kehidupan ekonomi peternak selama tahun 2017-2024, serta mengidentifikasi hambatan dalam menjalankan usaha tersebut.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang mencakup empat tahapan, yaitu pengumpulan data (heuristik), verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 11 dari 62 peternak kerbau rawa di Desa Bararawa, serta data sekunder dari instansi terkait. Verifikasi dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara antara satu peternak dengan peternak lain. Interpretasi dilakukan dengan menganalisis hasil penelitian menggunakan teori yang relevan. Historiografi dilakukan dengan menyajikan penulisan deskripsi dan analisis dari hasil penelitian. Penelitian difokuskan di Desa Bararawa dengan periodisasi tahun 2017 saat terjadi wabah penyakit, hingga 2024 untuk melihat ketahanan ekonomi peternak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada musim penghujan sistem pemeliharaan menggabungkan penggembalaan terbuka di rawa pada siang hari dengan kandang panggung (kalang) pada malam hari, sedangkan pada musim kemarau hanya diterapkan penggembalaan bebas. Kehidupan ekonomi peternak tercermin dari kegiatan produksi berupa sistem pengupahan dan bagi hasil (kakarun), kegiatan distribusi melalui peran pembelantik dan pengepul, serta kegiatan konsumsi berupa pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tabungan haji atau umrah, dan biaya pendidikan anak. Meskipun menghadapi kelangkaan pakan dan wabah penyakit tahun 2017, para peternak menunjukkan ketahanan tinggi sehingga usaha ini tetap bertahan hingga kini, tanpa perubahan signifikan pada sistem pemeliharaan, produksi, distribusi, maupun konsumsi sejak 2017 hingga 2024. Dapat disimpulkan bahwa peternakan kerbau rawa mampu menopang kesejahteraan keluarga peternak, meskipun tingkat kesejahteraan tersebut bersifat relatif tergantung jumlah kerbau yang dimiliki.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI