DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KEJADIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI DI TIGA KECAMATAN KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | SUNARTO WIBOWO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-05 |
Cabai rawit termasuk komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi namun produktivitasnya sering terganggu oleh penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. Penyakit ini menyerang buah cabai dan menurunkan mutu hasil panen, terutama pada kondisi lingkungan lembap. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kejadian penyakit antraknosa pada tanaman cabai rawit di tiga kecamatan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan serta menggambarkan perbedaan kondisi lapangan yang berkaitan dengan perkembangan penyakit. Tanaman yang diamati umumnya menggunakan varietas Mutiara Bumi, berumur sekitar 5-6 bulan dan berada pada fase pembuahan sehingga sesuai untuk pengamatan gejala pada buah. Penelitian dilaksanakan pada April-Mei 2026 di lahan pertanaman cabai milik petani di Kecamatan Cempaka, Landasan Ulin dan Banjarbaru Utara. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan penentuan lokasi dan tanaman sampel secara purposive sampling. Setiap lokasi diamati pada lima titik diagonal dengan empat tanaman pada setiap titik. Pengamatan dilakukan lima kali dengan interval satu minggu. Kejadian penyakit dihitung berdasarkan persentase buah bergejala terhadap jumlah total buah yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit berbeda antar lokasi. Rata-rata kejadian penyakit tertinggi terdapat di Kecamatan Cempaka sebesar 18.97%, diikuti Landasan Ulin sebesar 9.48% dan Banjarbaru Utara sebesar 6.63%. Kejadian penyakit meningkat dari minggu pertama hingga minggu kelima pada seluruh lokasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI