DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM PENDEKATAN DEEP LEARNING BERDASARKAN PENGALAMAN BELAJAR DI SMK NEGERI 1 BANJARMASIN
PENGARANG:NIJMIYATILLAIL
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Penerapan pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa untuk tidak hanya memahami pengetahuan secara konseptual, tetapi juga harus dapat mencerna, menerapkan, dan merefleksikan pengetahuan tersebut dengan baik. Salah satu metode yang mendukung tujuan ini adalah pembelajaran mendalam. Meskipun demikian, dalam praktiknya masih ada berbagai kesulitan belajar yang bisa mempengaruhi keberhasilan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran mendalam, kesulitan belajar siswa, dan pengalaman belajar siswa di bidang mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) di SMK Negeri 1 Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 1. 561 siswa dengan mengambil sampel sebanyak 310 siswa menggunakan formula Krejcie dan Morgan serta teknik purposive random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dengan menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung skor responden, rata-rata nilai (mean), persentase, dan kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran mendalam berada dalam kategori tinggi dengan indikator tertinggi pada aspek metakognitif sebesar 72,02%. Kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, di mana kondisi kesehatan siswa menjadi faktor internal yang paling signifikan dengan persentase sebesar 82,40% dan lingkungan belajar menjadi faktor eksternal yang paling berpengaruh yakni sebesar 77,00%. Pengalaman belajar siswa berada dalam kategori tinggi dengan indikator refleksi sebagai aspek yang paling dominan yakni sebesar 76,80%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan pembelajaran mendalam tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, lingkungan belajar yang kondusif, serta pengalaman belajar yang mendukung aktivitas memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pembelajaran. Oleh karena itu, sekolah dan guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna untuk meningkatkan efektivitas penerapan pembelajaran mendalam. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji hubungan dan pengaruh antara pembelajaran mendalam, kesulitan belajar, dan pengalaman belajar siswa secara lebih mendalam menggunakan pendekatan koresional atau kausalitas.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI