DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA LARUTAN PESTISIDA NABATI DALAM MENEKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
PENGARANG:BAHTIAR ARIFIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-06


Produksi cabai rawit di Kabupaten Barito Utara pada 2024 mencapai 796.83 kuintal tetapi menurun 11.88% dibandingkan tahun sebelumnya. Kecamatan Teweh Tengah menjadi wilayah penghasil terbesar dengan produksi 395.00 kuintal atau 49.57% dari total produksi kabupaten. Produktivitas tanaman tercatat sebesar 15.08 kuintal ha. Penyakit antraknosa akibat infeksi cendawan Colletotrichum spp. menjadi salah satu kendala utama karena menyerang buah dan menurunkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh larutan berbahan aun (sirih, sirsak dan gelinggang) terhadap intensitas serangan antraknosa pada cabai rawit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh larutan pestisida nabati mampu menekan intensitas serangan antraknosa. Perlakuan daun sirih menghasilkan intensitas serangan terendah yaitu 21.60% serta tidak berbeda nyata dengan daun sirsak sebesar 26.40% dan daun gelinggang sebesar 26.00%. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan kontrol sebesar 73.60%.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI